Setelah polisi berhasil memukul mundur mahasiswa dengan menggunakan water canon dan tembakan gas airmata, hingga masuk ke kampusnya, arus lalu lintas yang tadinya diblokir dibuka kembali.
Saat situasi mulai kondusif, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen Bachtiar sempat menenangkan mahasiswa. Kedatangan Jenderal TNI bintang dua ini disambut hangat oleh para mahasiswa.
Hal ini berbeda dengan kedatangan Kapolda Sulselbar Irjen Anton Setiadi ke kampus UNM. Mahasiswa UNM menolak kunjungan Kapolda karena sepekan yang lalu, seratusan anggota kepolisian menyerbu masuk ke dalam kampus dan merusak beberapa fasilitas perkuliahan dan kendaraan mahasiswa serta dosen UNM.
Dalam pengamanan unjukrasa mahasiswa di Makassar, polisi diback-up Pasukan Anti Huru-hara TNI AD yang dibekali pentungan dan tameng. Beberapa obyek vital, aparat kepolisian berbarengan dengan anggota TNI AD melakukan penjagaan
(mna/try)











































