"Istri saya supel dan banyak teman-temannya," ujar Ian di ruang tunggu kamar mayat RSCM, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2014).
Ian tampak tegar dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan dengan tenang. Dia mengatakan dirinya sudah tak berkomunikasi dengan istrinya sejak Jumat (14/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibu suka travelling, kadang pergi Jumat pulangnya Rabu," kata Ian.
Ian mengatakan Sri tak punya urusan utang piutang. Dia juga yakin tak ada yang menaruh dendam pada istrinya. Tak ada kecurigaan pula soal siapa yang diduga membunuh Sri.
"Saya rasa tidak ada yang dendam dengan istri saya, istri saya orangnya supel, baik, dan banyak temannya," imbuhnya.
Saat mengetahui Sri meninggal, Ian mengatakan, anak-anaknya syok. Sri terakhir kali bertemu dengan anak-anaknya Jumat malam.
"Mereka makan malam bareng di restoran, tapi saya nggak tahu restoan mana. Pokoknya setelah makan malam anak-anak mencar dengan ibunya. Anak-anak pergi dengan teman-temannya, ibunya pergi sendiri," cerita Ian.
(sip/nwk)











































