Tanggal 26 Desember Diusulkan Sebagai Hari Tsunami Dunia
Selasa, 18 Jan 2005 17:16 WIB
Jakarta - Bencana tsunami yang menyerang Asia 26 Desember lalu, menjadi topik utama yang dibahas dalam konferensi internasional di kota Kobe, Jepang hari Selasa ini. Para pakar tsunami mengusulkan agar tanggal tersebut diperingati sebagai hari tsunami dunia.Alasannya, hal sederhana tersebut bisa terus mengingatkan orang akan tragedi tersebut sehingga orang-orang juga akan lebih siap menghadapi gelombang pembunuh itu di masa mendatang. Demikian diungkapkan seorang profesor tsunami di Universitas Negara Oregon pada konferensi Kobe yang akan berlangsung selama lima hari, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/1/2005)."Kita harus membahas bagaimana kita bisa mempertahankan 100 tahun dan 200 tahun dari sekarang bahwa orang tahu apa itu tsunami," ujar Profesor Harry Yeh. "Bisakah kita menjadikan 26 Desember sebagai hari tsunami internasional untuk terus mengingatkan orang akan peristiwa ini," tanya Yeh.Gagasan ini didukung oleh Direktur Pusat Informasi Tsunami Internasional UNESCO, Laura Kong. "Saya pikir itu ide yang bagus," ujar pejabat badan pendidikan dan sains PBB itu. "Menurut saya itu peristiwa yang sangat tragis namun kita bisa menjadikan ini sebagai peristiwa kewaspadaan internasional dan meneruskannya hingga bertahun-tahun," imbuh Kong.Ide ini akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan di Kobe. "Kita telah mencapai konsensus bahwa kita perlu menciptakan hari peringatan. Kami akan memperkenalkan ide ini secara meluas selama konferensi," kata Fumihiko Imamura, kepala Pusat Riset Pengendalian Bencana Jepang pada wartawan.Para ilmuwan yang hadir dalam konferensi Kobe berencana untuk menetapkan langkah-langkah konkrit guna membentuk sistem peringatan dini tsunami di Samudra Hindia. Sistem serupa yang telah terbentuk di kawasan Samudra Pasifik yang notabene terdiri dari negara-negara yang lebih makmur.
(ita/)











































