Din Syamsuddin:
Worldhelp Masuk Aceh 1 Januari
Selasa, 18 Jan 2005 17:09 WIB
Jakarta - Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin keukeuh Worldhelp melakukan misi kristenisasi anak-anak Aceh. Kelompok misionaris berbasis di Virginia Amerika Serikat (AS) masuk ke Aceh pada 1 Januari 2005."Bagi kami, MUI dan ormas Islam tidak bisa menerima begitu saja bantahan itu. Worldhelp harus jujur dan pemerintah harus menginvestigasi masalah ini.Kami punya bukti bahwa mereka pernah masuk ke Aceh dengan pesawat cargo, antara lain Boeing 737 pada 1 Januari 2005," ungkap Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2005).Pimpinan Worldhelp Vernon Brewer mengatakan sebanyak 300 anak Aceh masih berada di Aceh dan belum diterbangkan ke Jakarta. Menurut Brewer, pemerintah Indonesia menolak anak-anak Aceh ditempatkan di Panti Asuhan (PA) kristen. Din mengimbau lembaga-lembaga agama non Islam agar bekerja sama dengan ormas Islam sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. "Pemerintah harus tidak mengizinkan lembaga dengan kedok kemanusiaan tetapi mempunyai motif tertentu yang dapat merusak jati diri orang-orang Aceh. Karena itu, kami minta lembaga seperti Worldhelp diusir dan tidak diizinkan masuk ke Nanggroe Aceh Darussalam," papar dia. Dalam kesempatan itu, Din mengungkapkan dirinya memperoleh informasi bahwa Yayasan Obor Kasih beroperasi diam-diam menyebarkan misi keagamaan di Aceh Barat. "Yayasan ini terkait dengan James Ryadi," demikian Din.
(aan/)











































