NU Tetapkan Idul Adha 21 Januari
Selasa, 18 Jan 2005 16:57 WIB
Jakarta - Hari raya Idul Adha di Indonesia tampaknya akan berlangsung serentak. Setelah pemerintah dan Muhammadiyah, PBNU juga menetapkan hari raya Idul Adha jatuh pada Jumat, 21 Januari 2005. Pasalnya awal bulan Dzulhijah jatuh pada Rabu, 12 Januari 2005. Penetapan PBNU itu termuat dalam rilis yang ditandatangani Rois Aam PBNU Kh Chotibul Umam, Katib Aam H. Nazaruddin Umar, Ketua PBNU Ahmad Bagdja dan Sekjen PBNU Endang Turmudi. Rilis dibagikan kepada wartawan di sela-sela jumpa pers dengan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Selasa (18/1/2005). Keputusan itu sesuai dengan hasil Tim Rukyatul Hilal PBNU dan Lajnah Falakiyah NU. Tim ini telah menyelenggarakan rukyatul hilal bil fi'li pada Senin (10/1/2005) di beberapa daerah. Rukyat antara lain dilakukan di Pantai Nambangan, Tanjung Kodok, Ujung Pangkah, Pantai Serang Blitar, Pantai Kartini Jateng dan Pelabuhan Ratu Jabar.Hasilnya tim tidak dapat melihat hilal sehingga diputuskan umur bulan Dzulqodah 30 hari. Dengan demikian atas dasar istikmal dan fatwa madzahibul arba'ah PBNU mengumumkan Idul Adha jatuh pada 21 Januari.PBNU lantas menyerukan agar warga NU khususnya dan umat Islam di Indonesia pada umumnya untuk melakukan puasa sunah pada Rabnu (19/1/2005) dan puasa hari Arofah pada kamis keesokannya.Kemudian bagi mereka yang memotong hewam kurban diserukan agar melakukan mulai tanggal 21 Januari 2005. Untuk selanjutanya 3 hari setelah Idul Adha merupakan hari tasrik. PBNU juga menyerukan kepada seluruh warga NU di mana saja untuk meningkatkan rasa kepedulian kepada masyarakat Aceh dan Sumut yang mengalami musibah gempa dan tsunami.
(iy/)











































