Lantas bagaimanakah masa depannya di PDIP jika berbeda dengan sikap partai yang mendukung kenaikan BBM?
"Wallahu a'lam. Saya kan cuma outsourcing di PDIP. Kapan di-'hire', kapan dipecat, 'at any time' dia bisa putus hubungan kerja," kata Effendi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2014).
Effendi menegaskan soal konsistensi sikapnya. Di sisi lain, anggota PDIP yang dulu menolak kenaikkan BBM namun saat ini sudah mendukung kenaikan BBM yakni Rieke Diah Pitaloka, sudah menyatakan sikap sesuai dengan Fraksi PDIP. Lebih lanjut, Effendi tak terlalu berpikir soal sanski pemecatan yang bisa dijatuhkan ke dirinya.
"Kok sanksi sih. Saya kan sebagai wakil kalian. Ini saya pribadi," kata Effendi kepada wartawan.
Effendi mengaku telah menyampaikan aspirasinya menolak kenaikan harga BBM ke pemerintahan Jokowi-JK. Namun dia menilai aspirasinya yang menolak kenaikan harga BBM tak didengar pemerintah.
"Tapi mungkin suara saya tidak terdengar. Ya silakan saya, saya tentu sebagai anggota DPR sangat menyesalkan dan minta maaf kepada konstituen saya telah melukai hati mereka. Saya doakan agar Tuhan mengampuni mereka (pemerintah)," kata Effendi.
Dia menilai kebijakan itu bernuansa liberal. Akhirnya BBM bersubsidi naik sebesar Rp 2.000,00. "Ya kan salam Rp 2.000,00.," kata Effendi santai.
(dnu/fdn)











































