Banjir di Sumsel
10.911 Hektar Sawah Gagal Panen
Selasa, 18 Jan 2005 15:28 WIB
Palembang - Ribuan hektar sawah di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), dipastikan gagal panen. Sementara kini sudah 9.033 jiwa mengungsi, meninggalkan 2.933 rumah yang terendam air akibat banjir.Demikian dikatakan Bupati Ogan Komering Ilir, Ishak Mekki, di kantornya di Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Selasa (18/1/2005).Menurut Ishak, untuk sementara yang tercatat sebanyak 2.933 rumah warga tenggelam akibat bajir. Lalu, 10.911 hektar areal persawahan terancam gagal panen akibat banjir. Rinciannya, 1.751 hektar di Desa Kota Pandan, 871 hektar di Desa Cahya Maju, 895 hektar di Desa Tebing Suluh, 32 hektar di Desa Bumi Arja, 355 hektare di Desa Sumber Agung. Selain itu, ada 712 hektar di Desa Kepayang, 927 hektar di Sungai Belida, dan 120 hektar di Desa Sindang Sari.Kemudian 805 hektar di Desa Mekar Jaya, 827 hektar di Desa Lubuk Makmur, 87 hektar di Desa Lubuk Seberuk, dan 467 hektar di Desa Muara Burnai II. Selanjutnya 310 hektar di Desa Muara Burnai I, 620 hektar di Desa Rantau Durian I, 875 hektar di Desa Rantau Durian II, 775 hektaresawah di Tanjung Sari.Sebanyak 16 hektar di Desa Tugu Jaya, serta 131 hektar di Desa Bumi Agung, serta 58 hektar di Desa Tugu Agung. Di samping, 151 hektar areal sawah terendam di Desa Mukti Sari. "Total areal persawahan yang terendam 10.911 hektar," ulang Ishak.Parahnya lagi, tambah Ishak, sawah-sawah tersebut sedang memasuki masa berbuah dengan umur padi lebih kurang dua bulan. Perkiraannya, satu bulan lagi akan memasuki masa panen. Oleh karena itu, meski lama padi terendam tidak sampai satu minggu, tetap saja mengganggu masa pembuahan.Ishak memprediksi hasil panen tahun ini tidak akan maksimal. Bahkan, dampak terburuk bisa mengakibatkan gagal panen. "Meski padi tidak mati namun proses pembuahan akan berpengaruh pada produksi," kata Ishak
(nrl/)











































