Beda Gaya Blusukan Ahok dan Jokowi Cek Kesiapan Banjir

Beda Gaya Blusukan Ahok dan Jokowi Cek Kesiapan Banjir

- detikNews
Selasa, 18 Nov 2014 18:55 WIB
Beda Gaya Blusukan Ahok dan Jokowi Cek Kesiapan Banjir
Jakarta -

Musim hujan telah tiba. Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun turun ke lapangan untuk mengecek kesiapan antisipasi banjir. Blusukan Ahok ini mengingatkan aksi yang sama yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tatkala masih menjabat sebagai gubernur DKI.

Hari ini, Selasa (18/11/2014), Ahok memeriksa beberapa lokasi penanggulangan banjir. Mulai dari waduk dan stasiun pompa Setiabudi, Pintu Air Manggarai, Bukit Duri, Sodetan kali Ciliwung-KBT di Kebon Nanas, Bidara Cina dan Kebon Baru.

Pada tahun 2012, Jokowi juga pernah menyambangi beberapa lokasi tersebut. Kala itu, saat mengecek kesiapan banjir Jokowi tidak segan turun ke gorong-gorong demi melihat realitanya secara langsung. Bahkan, dia juga turun ke deretan perkampungan kumuh yang ada di bantaran kali Ciliwung di Bidara Cina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dikatakan sendiri oleh warga ketika membujuk Ahok turun ke rumah mereka. “Pak Ahok, Pak Ahok. Sini pak turun ke sini Pak. Kayak Pak Jokowi,” kata warga yang mayoritas ibu-ibu itu sambil berteriak kencang ke arah Ahok, yang berdiri di seberang kali.

Tapi Ahok hanya melambaikan tangan ke arah mereka sambil tersenyum. Dia mengaku tak sempat turun karena waktunya terbatas dan masih ada beberapa lokasi yang harus dikunjungi. Ia hanya mengingatkan warga bahwa tempat mereka adalah bagian kali, sehingga pasti kebanjiran saat volume air meningkat.

“Itu sudah tinggal di dalam sungai loh. Bahaya, kalau malam-malam tidur nanti airnya naik gimana,” kata dia setengah berteriak.

Ketika di Bidara Cina dan Jatinegara, Ahok juga berterus terang kedatangannya untuk meminta warga agar mau direlokasi. Sebab lokasi tersebut masuk dalam zona normalisasi kali Ciliwung serta pembangunan sodetan Ciliwung-KBT.

“Saya memang orangnya kasar, tapi saya enggak suka bohongin. Saya enggak mau pura-pura. Saya lebih baik satu kampung enggak pilih saya daripada saya bohongin bapak ibu, lebih baik ibu bisa pindah dan beli tempat lain dan bangun tempat usaha. Program (sodetan) ini sudah dijalankan pusat, tugas kami bongkar (lokasi hunian warga),” kata Ahok bersosialisasi.

Suami Veronica Tan ini memilih bersikap blak-blakan. Ciri khasnya memang to the point dan dia menegaskan tak akan pandang bulu menindak orang yang melanggar hukum.

“Saya bilang enggak bisa kayak pak Jokowi, ajak makan dulu, ngobrol sana sini dulu. Aku enggak bisa seperti itu. Saya langsung saja,” kata dia disambut tawa para warga.

Ahok dan Jokowi sama-sama disukai dan dielukan warga DKI saat mereka blusukan. Mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek semua berebut bersalaman dengan Ahok. Para wanita paruh baya bahkan sengaja menggendong cucu mereka ke jalan dan gang-gang demi bisa disalam dan diusap kepalanya oleh Ahok.

Bedanya, Ahok tak membagi-bagikan uang atapun bingkisan kepada warga. Bahkan saat ada seorang ibu-ibu yang berbisik minta uang, Ahok tak sungkan menolak. Sebagai gantinya dia membagikan kartu namanya kepada setiap warga yang dia temui.

“Ini kartu saya, tiga-tiganya nomor telepon saya. Kalau ada apa-apa, jangan segan kabarin saya. Kalau ada petugas yang minta pungli atau komisi-komisi, SMS ke saya,” tegasnya.

(ros/aws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini