Suvenir Berdarah Tsunami Diperjualbelikan di Thailand

Suvenir Berdarah Tsunami Diperjualbelikan di Thailand

- detikNews
Selasa, 18 Jan 2005 15:18 WIB
Jakarta - Bencana tsunami tidak hanya mendatangkan duka dan nestapa. Keuntungan bisnis pun bisa dikeruk dari tragedi itu. Fenomena ini terjadi di pulau wisata Phuket, Thailand yang juga dihantam gelombang dahsyat tsunami pada 26 Desember lalu.Industri suvenir mengerikan muncul di kawasan resor itu. Bagaimana tidak mengerikan, karena beberapa VCD berisikan gambar-gambar berdarah dari mayat-mayat yang terapung di lautan, kini diperjualbelikan. Begitu pula dengan kaos-kaos yang dibubuhi gambar-gambar terkait bencana tsunami, yang menewaskan lebih dari 5.300 orang di Thailand, termasuk ribuan turis asing. Demikian diberitakan AFP, Selasa (18/1/2005).Foto-foto hasil jepretan warga lokal dan turis saat bencana juga diperdagangkan. Toko foto Kodak Express di Phuket misalnya, menawarkan foto-foto dari setidaknya 30 pemandangan berbeda di kawasan pantai-pantai Thai yang hancur akibat bencana gempa bumi dan tsunami."Ini paling laku terjual," ujar seorang staf di Kodak Express kepada AFP, seraya menunjuk sebuah gambar yang memperlihatkan sejumlah mayat yang hangus dan terkubur di bawah reruntuhan gedung di Khao Lak.Menurutnya, toko tersebut mulai menjual gambar-gambar itu tak lama setelah tragedi 26 Desember lalu. Foto-foto itu diperoleh dari para fotografer lokal, juga dari perwira-perwira Angkatan Laut."Kami telah menjual ribuan kopi gambar-gambar ini. Bisnis ini bagus karena orang-orang di luar sana ingin melihat apa yang sesungguhnya terjadi di lokasi," ujar staf yang enggan disebutkan identitasnya itu.Foto-foto tersebut dijual dengan harga 20 baht (50 sen) per lembarnya. Para pembelinya adalah penduduk lokal dan warga asing. Diimbuhkannya bahwa ini merupakan bisnis legal.VCD dan poster-poster tsunami dalam bahasa Thai juga diperdagangkan di toko-toko buku sekitar Phuket. Seorang pegawai di toko buku Seng Ho, terbesar di Phuket, mengutarakan bahwa stok mereka terdiri dari sekitar 100 VCD yang dijual dengan harga 120 baht (US$ 3) masing-masing. Umumnya para pembeli adalah warga asli Thai."Saya tidak tahu kenapa orang-orang tertarik melihat tragedi menyedihkan ini," tutur pegawai tersebut. (ita/)


Berita Terkait