Penerbangan Bandara Sabang Melonjak Tajam
Selasa, 18 Jan 2005 14:39 WIB
Sabang - Menyusul dimanfaatkannya Lanud Maemun Saleh,Sabang NAD sebagai bandara pendukung dalam operasi kemanusiaan di Aceh, traffic penerbangan di bandara ini melonjak tajam, dari 1 kali penerbangan perminggu, menjadi 30-40 penerbangan perhari."Bahkan pernah tercatat dalam satu hari terjadi 48 kali penerbangan forties, datang dan pergi, baik helikoptrer maupun pesawat hercules atau pesawat jenis lainya," kata Asisten Pengaman (Aspam) KASAU Marsekal Muda M. Basri Sidehabi kepada wartawan di Pangkalan TNI AU Maimun Saleh, Sabang, NAD, Selasa (18/1/2005).Basri yang didampingi Danlanud Letkol Penb Hari Widodo menyatakan operasional Bandara Sabang difungsikan mulai tanggal 12 Januari dan pada tanggal 13 aktivitas penerbangan malam hari bisa dilakukan karena fasilitas penerbangan malam langsung disiapkan di Banda Maimun Saleh.Sejumlah teknisi dari Jakarta didatangkan, untuk membawa peralatan untuk penerangan malam, termasuk 15 lampu mercury sebagai pemandu pesawat.Basri menyebutkan, fungsi Lanud Maimun saleh merupakan pos distribusi logistik dan pengalihan penerbangan menuju Banda Aceh, menuju Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.Untuk mendukung tingginya penerbangan ke Maimun Saleh, saat ini ada 11 personel air trafiic control yang diantaranya juga berasal dari satuan radar 209 yang bermarkas di Padang. Jadi menurut Basri, selain pesawat-pesawat militer milik Indonesia, jika sejumlah pesawat dari Brunai Darussalam, AS dan juga Prancis berada di Bandara ini.Bandara ini merupakan pangkalan udara, mempunyai satu runway 1850 meter dan bisa menampung 3 unit hercules, 2 unit CN 235 bisa juga 2 fokkerd dan 1 Cassa. Selain itu 15 helikopter bisa parkir.Sementara hangga dimanfaatkan sebagai posko penampungan untuk bantuan sosial yang saat ini akan dikirimkan ke daerah-daerah yang membutuhkan. Bisa menampung 1000 ton barang. Saat bencani, 700 rumah rusak dan 12 meninggal. Kerusakan parah terjadi di Bakolongan, Dermaga, kawasan Paradiso depan komplek TNI AU. Namun sampai saat ini tak satupun personel yang tekan bencana
(jon/)











































