Menko Kesra Soal WorldHelp: Itu Bohong, Jangan Dimuat Lagi
Selasa, 18 Jan 2005 14:06 WIB
Jakarta -
Menko Kesra Alwi Shihab menegaskan, rumor mengenai 300 anak Aceh yang dibawa keluar Aceh oleh kelompok misionaris WorldHelp yang berbasis di Virginia AS adalah bohong. Media diminta tidak lagi memberitakannya."Itu sudah bohong itu. Itu bohong. Jangan dimuat lagi itu," tukasnya saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Menko Kesra jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2005)."Mereka kan baru akan planning, dan pemerintah menyatakan tidak memperbolehkan anak-anak dari Aceh keluar dari Aceh," lanjut Alwi.Berita The Washington Post menyebutkan 300 anak Aceh itu sudah dibawa keluar Aceh? desak wartawan. "Itu kan berita sudah lewat. Itu tanggal 13 Januari, dan itu tidak jadi," ujarnya.Saat akan dicecar pertanyaan berikutnya mengenai rumor tersebut, Alwi tampak enggan dan menghindar. Dia bergegas pergi meninggalkan wartawan menuju ruang kantornya.The Washington Post pada 13 Januari 2005 memberitakan pernyataan Pimpinan WorldHelp Vernon Brewer bahwa 300 anak Aceh dibawa ke Panti Asuhan Kristen di Jakarta. WorldHelp mengklaim sudah mendapat izin dari Pemerintah Indonesia.Namun kemudian Brewer menyatakan membatalkan upayanya itu setelah mendapat penolakan dari Pemerintah Indonesia. Di mana anak Aceh dilarang keluar Aceh. Kalaupun mau diadopsi hanya boleh diadopsi oleh keluarga Muslim sesuai dengan agama anak Aceh.Sekjen MUI Din Syamsuddin sempat meminta agar 300 anak Aceh itu dikembalikan dengan memohon bantuan PGI dan KWI. Namun PGI dan KWI menegaskan tidak kenal WorldHelp dan menolak kristenisasi anak Aceh.PGI dan KWI mengimbau masyarakat menggunakan akal sehat dalam merespons isu dan tidak mudah terpancing berita yang tidak mendasar. Polisi pun menegaskan tidak ada indikasi pengiriman 300 anak Aceh keluar Aceh. Polisi akan menelusuri mengapa isu itu sampai ada.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































