Uskup Agung Katolik Diculik di Irak, Vatikan Mengecam
Selasa, 18 Jan 2005 13:59 WIB
Jakarta - Kekerasan di Irak terus terjadi. Kelompok bersenjata menculik seorang uskup agung Katolik di kota Mosul, Irak. Peristiwa ini terjadi menyusul serangkaian serangan di negeri itu yang menewaskan lebih dari 20 orang pada Senin (17/1/2005) waktu setempat.Uskup agung Basile Georges Casmoussa dari Gereja Katolik Suriah, diculik beberapa pria bersenjata saat berjalan di depan gerejanya di Mosul. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press (AP), Selasa (18/1/2005).Pihak Vatikan pun mengecam penculikan ini sebagai "tindakan teroris" dan menyerukan penculik untuk segera membebaskan pria berusia 66 tahun itu. "Kami telah menerima berita mengenai penculikan Uskup Agung Mosul, Basile Georges Casmoussa," demikian disampaikan Kepala juru bicara Vatikan, Joaquin Navarro-Valls.Sejauh ini belum jelas apakah motif penculikan tersebut bersifat politis, sektarian ataupun finansial. Berbagai aksi kekerasan terus terjadi menjelang pemilihan umum Irak yang direncanakan berlangsung pada 30 Januari mendatang.Sebelumnya seorang pengebom bunuh diri menyerang Marinir AS di kota Ramadi, daerah dimana para militan juga memenggal dua warga Muslim Syiah dan meninggalkan mayat mereka tergeletak di pinggir jalan.Pejabat-pejabat militer AS memperkirakan akan terjadi kekerasan selama pemilu Irak nanti. Namun segala upaya akan dilakukan untuk memastikan keselamatan para pemilih yang akan menggunakan hak suaranya pada pemilu Irak itu.Demikian ditegaskan Jenderal George W. Casey Jr., komandan pasukan multinasional di Irak. Menurutnya, sekitar 300 ribu tentara dan polisi dari AS, Irak dan pasukan asing lain akan dikerahkan untuk mengamankan pemilu bersejarah Irak tersebut.
(ita/)











































