Pantauan detikcom di SPBU Ahmad Yani, pukul 23.00 WIB, Senin (17/11/2014) kemacetan mulai terurai setelah polisi turun tangan. Terlihat beberapa kali mobil patroli juga melintas memantau kondisi. Saat mengatur lalu lintas, polisi meminta mobil atau motor mengantre dari timur, sehingga kendaraan yang datang dari barat tidak diperbolehkan langsung belok ke SPBU namun harus ikut antre dari timur.
Humas Pertamina MOR IV Jateng-DIY Roberth MV Dumatubun mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk kelancaran distribusi BBM di SPBU. Menurut Roberth, euforia masyarakat ketika harga BBM naik memang selalu terjadi namun masih wajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan membludaknya pembeli khususnya di SPBU Ahmad Yani, lanjut Roberth, bisa dipastikan aman. Karena dari 48 KL premium hari ini masih ada stock 28 KL di SPBU Ahmad Yani pada pukul 21.30 atau saat kepadatan mulai terjadi.
"Aman, kecuali kalau ada pembelian berulang, ya kita awasi bareng-bareng," ujarnya.
Diketahui presiden Jokowi sudah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi Rp 8.500 / liter terhitung mulai pukul 00.00 WIB. Beberapa saat setelah pengumuman itu, hampir seluruh SPBU di Semarang mengalami kepadatan dan antreannya sampai ke jalan hingga menimbulkan kemacetan.
(alg/rmd)











































