Massa HMI Demo Tanpa Aturan, Kapolsek Menteng: Tidak Ada Toleransi

Massa HMI Demo Tanpa Aturan, Kapolsek Menteng: Tidak Ada Toleransi

- detikNews
Senin, 17 Nov 2014 22:56 WIB
Massa HMI Demo Tanpa Aturan, Kapolsek Menteng: Tidak Ada Toleransi
Pedagang menutup lapaknya (David/ detikcom)
Jakarta -

Massa HMI membakar ban dan menutup Jl Cikini Raya pasca pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM premium menjadi Rp 8.500/liter. Aksi itu dinilai tak sesuai aturan yang ada sehingga pihak kepolisian menyatakan tak akan toleransi jika negosiasi gagal.

"Ini tidak ada toleransi. Kita lokalisir dulu, jangan sampai menyebar dan kita upayan negosiasi dulu. Kalau negosiasi gagal, kita dorong," kata Kapolsek Menteng AKBP Gunawan di Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (17/11/2014).

Menurut Gunawan, aksi mereka tak melalui pemberitahuan dan dilakukan di jam yang tidak diperkenankan menggelar aksi demo di jalan. Sehingga pengalihan arus lalu lintas terpaksa dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari arah Tugu Tani menuju Cikini dialihkan ke Jl Raden Saleh tembus ke Jl Kramat Raya. "Mereka unjuk rasa tak ada pemberitahuan dan lewat waktunya. Untuk wilayah Menteng, di sini saja," kata Gunawan.

Jika terjadi perlawanan, jajaran kepolisian telah siap dengan pasukan bantuan dari Polda Metro Jaya. "Antisipasi, sudah siapkan pasukan bantuan dari Polda Metro Jaya," kata Gunawan.

Sementara itu, aksi demo massa HMI hingga sekitar pukul 22.40 wIB masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Mereka membakar ban, kayu dan kardus. Jumlah mereka pun bertambah menjadi kurang lebih 60 orang.

Massa sempat tampak mengumpulkan bebatuan dari sekitar mereka, sejumlah batu besar mereka hancurkan menjadi batu-batu kecil. Para pedagang makanan di dekat aksi deβ€Žmo ini juga menutup warung mereka lebih cepat dan memilih rugi semalam daripada rusak semuanya.

"Ada sejutaan ini rugi, biasa tutup jam satu. Pas lagi demo tadi memang lagi rame pelanggan. Tahu-tahu mereka bayar tinggalin makanannya, nggak berani mereka," kata pedagang sate padang di dekat aksi demo bernama Yapemar.

(vid/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads