Ilmuwan Dunia Bahas Sistem Peringatan Dini Tsunami

Ilmuwan Dunia Bahas Sistem Peringatan Dini Tsunami

- detikNews
Selasa, 18 Jan 2005 13:04 WIB
Jakarta - Para ilmuwan dari 150 negara mulai menyusun rencana aksi global untuk menyelamatkan jiwa-jiwa saat terjadi bencana. Rencana tersebut dibahas dalam konferensi internasional yang berlangsung di Kobe, Jepang.Pada Konferensi Dunia mengenai Pengurangan Bencana itu, PBB menyerukan para pakar untuk bergerak cepat guna membentuk sistem peringatan dini bencana alam, khususnya tsunami. Demikian seperti diberitakan AFP, Selasa (18/1/2005).Kepala koordinator kemanusiaan PBB, Jan Egeland mengatakan bahwa konferensi tersebut diperlukan untuk melihat bagaimana mengurangi risiko selama terjadi bencana, dengan menyarankan standar keamanan bangunan dan mendorong edukasi yang bisa mengurangi kematian saat bencana.Pejabat PBB tersebut juga mengimbau negara-negara donor untuk menyumbangkan dana bagi langkah-langkah pencegahan. "Saya ingin mengusulkan agar dalam 10 tahun mendatang, minimum 10 persen dari jumlah besar yang sekarang dihabiskan untuk upaya kemanusiaan oleh semua negara, akan diperuntukkan untuk pengurangan bencana," tutur Egeland.Konferensi Kobe yang akan diadakan selama lima hari itu semula dirancang sebagai pertemuan para ilmuwan dan delegasi lainnya untuk mengenang 10 tahun gempa bumi di kota Kobe. Namun setelah bencana tsunami pada 26 Desember lalu, pertemuan itu kini digunakan untuk membahas langkah-langkah menuju pembentukan sistem peringatan dini tsunami di Samudra Hindia. Lebih dari 3.000 pakar dan pejabat mengikuti konferensi Kobe tersebut. Tadinya pertemuan itu diarahkan untuk menyusun tujuan pengurangan bencana guna dicapai pada tahun 2015. Namun menyusul gelombang tsunami yang menewaskan lebih dari 100 ribu orang di Asia, PBB mendesak para ilmuwan untuk bertindak lebih cepat."Saya imbau konferensi ini untuk mengadopsi kerangka kerja aksi yang diusulkan, namun dengan batas waktu yang dipercepat dan indikator jelas bagi pembangunan pengurangan bencana di level lokal dan global," tegas Egeland. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads