Tak Punya Uang, Suami Hapsah Sempat akan Bawa Kabur Istrinya
Selasa, 18 Jan 2005 11:55 WIB
Makassar -
Maspion (35), suami Hapsah mengaku sempat berniat membawa lari istrinya dari klinik Badan Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) Restu Bunda karena tidak punya uang untuk melunasi biaya persalinan sebesar Rp 6,5 juta."Saya berharap ada yang turut membantu agar istri saya cepat keluar.Saya pernah berpikiran mau mengambil lari istri saya karena tidak punya uang untuk membayar klinik. Tetapi Ida (tetangga Hapsah) melarang," ungkap Maspion kepada Detikcom di rumah kontrakannya di Jalan Rappokalling Utara No. 5A Makassar, Selasa (18/1/2005).Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini mengaku terus berusaha untuk membayar biaya persalinan istrinya. "Saya ke DPRD minta bantuan," kata Maspion singkat.Maspion setiap malam selalu menyempatkan diri menjenguk istrinya yang telah 16 hari 'disandera' di klinik BKIA Restu Ibu. Hingga kini, belum ada satu pun LSM yang memberikan bantuan.Hapsah (29) masuk ke Klinik BKIA Restu Bunda karena akan melahirkan anak keduanya. Sulitnya proses persalinan menyebabkan bayi Hapsah meninggal dalam kandungan. Klinik BKIA Restu Ibu berinisiatif membawa Hapsah ke RS Pelamonia untuk menjalani operai ceasar. Ongkos persalinan ditalangi Klinik BKIA yang mencapai Rp 6 juta. Karena tak sanggup membayar, Hapsah pun 'disandera' hingga kini di klinik tersebut.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































