Prof Musakkir Ditangkap Nyabu, Mabes Polri: Beliau Seharusnya Jadi Teladan

- detikNews
Minggu, 16 Nov 2014 03:50 WIB
Foto: unhas.ac.id
Jakarta -

Tanda tanya besar masih tersisa di kepala Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie, Kepala Divisi Humas Polri, terkait penangkapan seorang guru besar Universitas Hasanuddin, Profesor Musakkir. Bagaimana tidak, selain sebagai seorang guru besar, Musakkir juga merupakan orang berpendidikan dan paham ilmu hukum, serta menjauhi hal-hal yang dapat berhadapan dengan hukum itu sendiri.

"Secara logika, dia tidak mungkin menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Dia memang sengaja menggunakan narkoba itu," kata Ronny saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (15/11/2014).

Memang, dalam perundangan yang mengatur mengenai narkotika, UU 35/2009, terdapat perbedaan antara korban penyalahgunaan dan pecandu. Dalam penjelasan pasal 54 UU 35/2009 disebutkan dengan tegas bahwa 'korban penyalahgunaan Narkotika' adalah seseorang yang tidak sengaja menggunakan Narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa, dan/atau diancam untuk menggunakan Narkotika.

Namun, dalam bab tersebut tidak ditemukan penjelasan eksplisit mengenai pecandu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pecandu sama dengan pemadat. Atau, penghisap candu, getah kering yang didapat dari Poppy atau tanaman Opium. Orang yang sering menghisap candu maka akan berdampak ketagihan.

Ronny mendasari pernyataannya itu kepada status sosial Musakkir. Dimana tersangka yang notabene orang berpendidikan sekaligus pendidik seyogyanya menjadi panutan masyarakat dan juga dunia pendidikan.

"Secara logika, seorang pendidik dan terdidik dan juga jadi pendidik masa jadi korban? Beliau paham soal hukum. Harusnya beliau menjadi teladan bagi dunia pendidikan," ujar Ronny.

Meski demikian, Ronny berharap Polrestabes Makassar dan Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) untuk membuka seterang-terangnya pengungkapan tersebut. Termasuk siapa yang memberikan informasi itu kepada pihak penyidik.

"Dit Narkoba Polda dan Polrestabes tidak berhenti pada pengungkapan kemarin, tapi digali latar belakangnya (masyarakat yang memberi informasi). Sehingga tidak ada yang bertanya-tanya. Bagaimana dia (informan) bisa tahu ada praktik penyalahgunaan narkotika di kamar tersebut, apakah ada unsur penjebakan atau tidak," jelas Ronny.

Karena kasus narkotika yang disangkakan penegak hukum, Musakkir saat ini dipecat dari posisi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menunjuk Wakil Rektor I Bidang Akademik DR Junaedi Muhidong untuk menggantikan Musakkir.

Musakkir ditangkap di kamar 312 hotel Grand Malibu Jumat (14/11) dini hari. Musakkir ditemani seorang mahasiswi yakni NI. Selain itu, polisi juga mengamankan mahasiswi lain dengan inisial AN di kamar yang berbeda dengan pria lain. Kedua mahasiswi itu terdaftar di kampus sekolah tinggi ilmu ekonomi swasta.

Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Muhammad Fajri menambahkan, para tersangka yang berjumlah 6 orang, selain Musakkir, juga diamankan dua pria berinisial AS, HR. Mereka sudah diambil urinenya untuk diperiksa tim Labfor Polda Sulselbar.

(ahy/ear)