Acara tanya jawab dengan WNI Brisbane ini digelar di Queensland University of Technology (QUT), Jumat (14/11/2014). Total ada 260 WNI yang hadir. Mereka antusias menunggu sejak dua jam sebelum acara.
Sebelum sesi tanya jawab, Jokowi sempat memberikan sambutan. Nah, di tengah pidato itu, sang presiden kemudian memanggil beberapa pelajar yang berkuliah di Brisbane.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu majulah seorang mahasiswi bernama Nisa. Dia mengaku berasal dari Kediri, Jatim dan berkuliah di University of Queensland mengambil master bidang communication for social change.
"Belajar apa itu?" tanya Jokowi yang disambut tawa para hadirin hingga terkekeh-kekeh.
Nisa pun menjelaskan: "Kira-kira bagaimana komunikasi itu bermanfaat bagi orang banyak, Pak," jawabnya.
Lalu Jokowi memanggil mahasiswa yang hampir lulus. Naiklah seorang pria bernama Sofyan asal Aceh. Dia akan lulus di bulan Desember ini.
"Kalau lulus itu juga ya?" tanya Jokowi yang lagi-lagi disambut tawa.
Setelah itu, Jokowi menerima sesi tanya jawab. Namun tak semua bertanya, ada juga yang sekadar curhat. Misalnya, ada seorang wanita yang sudah tinggal selama bertahun-tahun di Australia dan menikah dengan pria asal Australia. Dia mengeluhkan tidak adanya fasilitas dwi kewarganegaraan untuk anaknya.
Lalu, ada juga seorang guru bahasa Indonesia yang mengeluh karena tak ada siswa yang mau belajar bahasa Indonesia di Brisbane. Dia pun mendesak agar bicara pada PM Australia Tony Abbott tentang hal tersebut.
Tak lupa, ada juga seorang wanita yang meminta Jokowi agar sering-sering ke Brisbane. Bahkan dia berharap agar ibu Negara Iriana mengizinkan suaminya bepergian ke Australia dalam waktu yang cukup intens.
"Sering-sering pak, tadi pas bapak datang saya nangis. Sering-sering ya pak. Saya juga minta sama pak Dubes, kapan kita dibuatkan perwakilan di sini pak? Tolong ya Bu Iriana, kalau bisa kasih bapak jalan-jalan ke sini ya," tutur wanita tersebut.
Terakhir, ada seorang pria yang 40 tahun lebih di Brisbane, dan sedang berusaha membangun masjid atau pusat belajar Islam. Namun hingga kini tak ada tempat untuk aktivitas tersebut. Masalahnya adalah dana. Dia pun berharap agar Jokowi bisa membantunya.
Reaksi Jokowi menanggapi permintaan itu kemudian memanggil nama Menkeu Bambang Brodjonegoro. "Saya nggak janji, tapi nanti dicek sama Pak Bambang," jawabnya.
Usai dialog, para WNI tersebut berebut untuk bisa foto bareng Jokowi. Bahkan ada sebagian yang nekat naik ke atas kursi hanya untuk melihat wajah sang presiden dari dekat.
"Kapan lagi kita punya presiden sedekat ini," ucap salah seorang WNI.
(mad/bpn)











































