Dari pengamatan detikcom, Jumat (14/11/2014), beberapa kaca gedung perkuliahan yang pecah sudah mulai dibersihkan oleh pegawai kampus UNM. Beberapa ruang perkuliahan, seperti di ruang kuliah Fak. Ilmu Sosial dan Fak. Ekonomi tampak lengang. Hanya terlihat beberapa orang mahasiswa yang nongkrong di taman kampus.
Syamsul Bachri, staf akademik Fak. Ilmu Sosial, yang ditemui detikcom menyebutkan bahwa sementara ini pihaknya masih membersihkan pecahan kaca yang berserakan. Meski belum ada kebijakan resmi dari kampus, perkuliahan sementara ditiadakan.
Menurut Syamsul, saat penyerbuan terjadi, ia melihat puluhan polisi menendang pintu kaca dan memecahkan mobil salah satu dosen Administrasi Perkantoran, Daihatsu Terios DD 815 AK.
"Saya didorong polisi sewaktu menghalangi mereka mau naik ke ruang akademik, saya teriak-teriak bilang kalau tidak ada mahasiswa yang naik ke kantor. Setelah saya larang polisi itu langsung memecahkan pintu kaca ruang kuliah," ujar Syamsul.
Di sekitar kampus UNM Gunung Sari, juga tidak tampak aparat kepolisian yang berjaga-jaga seperti hari biasanya. Polisi yang bertugas mengawal unjuk rasa hanya terpusat di jalan Sultan Alauddin dan Fly Over jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Selain itu pula, dari sekitar 40 mahasiswa dan warga yang sempat ditahan polisi dalam aksi penyerbuan ke dalam kampus, hanya 5 orang mahasiswa yang lanjut diproses, yakni Nur Alam, mahasiswa Fak. MIPA UNM, Rusmadi, mahasiswa Sospol Unismuh, Ikwan Kadang, Wahyu Haeruddin dan Nasrullah, ketiganya merupakan mahasiswa Fak. Ilmu Keolahragaan UNM.
(mna/try)











































