Tim Pembela Ba'asyir Minta Mega Bersedia Menjadi Saksi

Tim Pembela Ba'asyir Minta Mega Bersedia Menjadi Saksi

- detikNews
Selasa, 18 Jan 2005 00:01 WIB
Jakarta - Tim Pembela Abu Bakar Ba’asyir (TPABB) meminta mantan Presiden Megawati bersedia menjadi saksi. Permintaan itu disampaikan TPABB melalui surat yang dikirimkan kepada Megawati. “Kemarin (Minggu) malam sudah kita putuskan dan hari ini dikirim. Isinya meminta kesediaan Megawati menjadi saksi,” ujar Koordinator TPABB M Assegaf ketika dihubungi detikcom, Senin (17/1/2005). Dikatakan Assegaf, pihaknya berharap segera mendapat respons positif dari Megawati. Kesaksian Megawati diharapkan akan memperkuat kesaksian mantan penerjemah Presiden George W Bush, Frederick Burks. “Tentunya kita mengharapkan Megawati memberikan respons terhadap permintaan kita,” ujarnya.Dalam persidangan, kesaksian Burks meringankan Ba’asyir. Ia mengungkapkan terjadi pertemuan antara Presiden Megawati dengan Dubes AS Ralp L Boyce, anggota Dewan Keamanan Nasional AS Karen Brooks serta utusan Presiden Bush pada September 2001. Menurut Burks, dalam pertemuan itu, AS meminta agar Megawati menyerahkan Ba’asyir. Namun, permintaan itu ditolak Megawati. Dari informasi yang dikumpulkan detikcom, Megawati bertemu dengan Burks di kediaman Adnan Buyung Nasution, Minggu (16/1//2005) malam. Assegaf ketika dimintai konfirmasi membenarkan adanya pertemuan itu. Pertemuan Megawati dan Burks terjadi dalam acara perpisahan Burks di rumah Buyung. Acara perpisahan itu hanya diisi makan malam. Selain dari TPABB, acara itu juga dihadiri sejumlah tokoh di antaranya Salahudin Wahid, mantan Mendiknas Malik Fajar, Salim Said dan Riza Sihbudi. Saat itu, Burks menanyakan ke Buyung apakah ada kesempatan bertemu Megawati sebelum dirinya kembali ke negara asalnya. “Kemudian Bang Buyung menggunakan jalurnya dan Megawati datang,” ungkapnya. Assegaf menambahkan, dalam acara perpisahan itu dirinya menjelaskan kepada Megawati bagaimana dapat menemukan Burks. Selain itu, ia juga sempat menyampaikan kepada Megawati apakah tidak ada keinginan untuk bersaksi. “Saya katakan, ada teman wartawan yang menanyakan kepada saya apakah tidak ada keinginan (Megawati) untuk bersaksi. Saya jawab (pertanyaan wartawan) itu bahwa akan lebih baik kalau bersedia memberikan kesaksian,” kata Assegaf. Apa komentar Megawati? “Beliau tidak langsung menjawab, tentu ini perlu pertimbangan. Karena itu, kami memutuskan untuk meminta secara resmi dengan mengirim surat,” paparnya. Sementara, Burks mengungkapkan rasa senangnya karena Megawati berani menolak permintaan AS untuk menyerahkan Ba’asyir. Atas pernyataan Burks itu, Megawati tidak berkomentar. Beberapa saat kemudian, Megawati terlibat pembicaraan dengan Burks. (rif/)



Berita Terkait