"Kalau saya konsisten dengan jawaban saya dari dulu, bahwa menurut saya (Munas) harus Januari 2015, atau Februari 2015. Tapi jangan lupa keputusan tertinggi setelahh Munas adalah Rapimnas, kecuali daerah menginginkan lain," kata Ical saat tiba di kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta, Kamis (13/11/2014).
Ical membantah penunjukkan panitia Rapimnas sebagai forum untuk menggelar Munas digelar tak sesuai ketentuan. Menurutnya, penunjukkan itu adalah hak prerogatif ketua umum. Dalam hal ini, Ical telah menunjuk Nurdin Halid sebagai Ketua Rapimnas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical juga membantah ada skenario agar ketua umum terpilih secara aklamasi melalui perubahan tata tertib, yaitu menambahkan syarat dukungan ketua umum dengan 30 persen dukungan DPD tingkat II. "Itu nggak ada," kata Ical.
(iqb/mok)











































