"Ini merupakan langkah untuk melengkapi berkas pemeriksaan sekaligus barang bukti terkait tewasnya korban yang sebelumnya ditemukan sekarat di sisi Jalan Raya Warung Buncit, tepatnya simpang Pejaten Village," ujar Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu, AKP Murgianto dalam keterangannya, Kamis (13/11/2014).
Menurutnya, polisi telah berkoordinasi dan mendapatkan persetujuan dari kedua orangtua korban, yakni Erlita Hidayat (36) dan Andi Ardi Sukribaso (37) untuk melakukan proses pengangkatan jenazah korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut diamini oleh Erlita Hidayat, ibu kandung Andi, saat dihubungi. Dia mengaku telah ikhlas dan menyerahkan seluruh perkara kepada pihak polisi. Walau terasa berat, dia mengaku akan menguatkan diri dan mendukung polisi untuk mengungkap kasus yang menewaskan anaknya.
"Saya sudah ikhlas, semuanya saya serahkan ke pihak kepolisian, asalkan kasus ini bisa terungkap dan semua pelaku bisa ditangkap," ujar Erlita.
Andi Audi Pratama meninggal dunia di Rumah Sakit JMC, Pancoran, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/11) usai dikeroyok belasan siswa di sisi Jalan Raya Warung Buncit, tepatnya simpang Pejaten Village, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (7/11) malam. Dia tewas dengan luka bacokan di sekujur tubuh, diantaranya kedua betis, tangan dan bahu.
Selain itu, pipi kanan terlihat robek mulai dari mulut hingga mendekati telinga dengan kondisi gigi rontok. Andi pun dimakamkan keluarga di Blok A TPUJeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/11).
(rni/vid)











































