"Pesawat tergelincir sekitar lima hingga enam meter dari posisi semula. Keluar dari apron sekitar satu meter. Ya kami mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan penerbangan," ujar Kepala Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Andy Hendra, ditemui detikcom di Bandara Blimbingsri, Banyuwangi, Kamis (13/11/2014) sore.
Pesawat Garuda Indonesia yang berkapasitas 75 orang ini diputuskan untuk menunda keberangkatan, kata Andy, namun tetap diberikan pelayanan pengganti sebagai kompensasi. Penumpang diberi pilihan berupa penjadwalan ulang, pengembalian tiket, atau memilih melanjutkan dengan jalur darat. Pasalnya, penerbangan yang seharusnya berangkat pukul 13.10 WIB ini merupakan penerbangan terakhir dari Bandara Blimbingsari menuju ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, salah satu penumpang Rika (38) mengaku kecewa sebab ia tak bisa segera melanjutkan perjalannya ke Bandara Ngurah Rai. Ibu satu anak ini memilih me-reschedule penerbangan dan menyetujui untuk menginap di hotel yang disediakan oleh pihak maskapai.
"Ya ga ada penerbangan lagi jadi saya milih terbang esok hari saja dengan jadwal yang sama. Ya diberi fasilitas hotel untuk menginap malam ini," tandas perempuan paruh baya itu.
(fat/try)











































