32 DPD I Disebut Dukung Ical Maju Ketum Golkar Lagi

32 DPD I Disebut Dukung Ical Maju Ketum Golkar Lagi

- detikNews
Kamis, 13 Nov 2014 14:20 WIB
32 DPD I Disebut Dukung Ical Maju Ketum Golkar Lagi
Jakarta - Aksi klaim dukungan mulai terjadi menjelang digelarnya Musyawarah Nasional Partai Golongan Karya. Ketua Forum Komunikasi Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar, Gandung Pardiman misalnya menyebut ada 32 DPD yang mengusulkan agar Aburizal Bakrie alias Ical kembali memimpin partai berlambang pohon beringin itu.

Menurut dia hanya tinggal DPD I Sumatera Selatan, dan DPD I Sulawesi Selatan yang belum menyatakan dukunganya untuk Ical, karena belum ketemu bukan belum sepakat.

"ARB diminta maju kembali, untuk pertahankan Koalisi Merah Putih karena sebagai arsiteknya. Mengajukan ARB sebagai Ketum, bukan berarti kran bagi yang lain tertutup, sepanjang ada keinginan dari daerah maka akan dipertimbangkan," kata Gandung di Kantor DPD Golkar DIY, Kamis(13/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait usulan 32 DPD I tersebut, menurut Gandung hal ini belum ada jawaban langsung dari Ical. Sementara disinggung soal regenerasi, Gandung yang juga Ketua DPD Golkar DIY itu mengatakan regenerasi bukan berarti usia, tetapi regenerasi itu adalah semangat yang dibangun.

"Jika generasi muda akan membawa ke gerbong lain, apa itu regenerasi, itu penghancuran," tegas Gandung.

Rencana tempat dan waktu pelaksanaan Munas sendiri akana dibahas dalam rapat pimpinan nasional Partai Golkar yang akan digelar pada 17-19 November nanti. Dalam Rapimnas Partai Golkar ini akan membahas persiapan Munas Partai Golkar.

Gandung mengatakan, pada Rapimnas tersebut di antaranya yang dibahas adalah penyelenggaran Munas Partai Golkar. Salah satunya adalah menentukan kapan dan dimana Munas Partai Golkar akan dilaksanakan.

Peserta Rapimnas yang hadir adalah presidium dan undangan, dengan pimpinan pusat, pimpinan dewan daerah propinsi se Indonesia, ormas sayap, dan lain-lain.

"Pembahasan pada Rapimnas belum mengarah pada siapa calon ketua umum, karena hal itu ada di Munas. Munasnya di mana dan kapan, nanti keputusan di Rapimnas," kata Gandung.

Ada dua pendapat terkait Munas ini, yakni setuju digelar di tahun 2014 atau 2015.




(try/erd)


Berita Terkait