Menjelang persiapan Munas IX, internal Golkar mengalami gejolak. Hal ini disebabkan karena kemungkinan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie atau Ical maju lagi sebagai calon ketum dengan mekanisme pemilihan yang tidak disetujui para calon ketum lainnya.
Salah seorang calon Ketum Golkar, Priyo Budi Santoso mengatakan harapannya agar Ical tidak kembali maju menjadi calon ketum dalam Munas IX, nanti.
"Saya menyarankan agar Bang Ical tidak maju lagi sebagai ketua umum. Dia lebih baik lagi mengayomi kita bersama sebagai senior," kata Priyo di kantor DPP, Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (12/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo menambahkan jika dia serta koleganya tidak melakukan upaya cepat dalam persoalan ini maka dikhawatirkan menjadikan Golkar sebagai partai kelas menengah. "Kami tidak ingin Golkar menjadi partai kelas menengah atau setingkat dengan partai-partai lain. Kami tidak ingin itu terjadi makanya itu lah kami berkonsultasi soal Munas yang akan datang agar menjadi jalan yang lapang," katanya.
"Saya betul-betul berharap mekanisme dan cara-cara yang demokratis, baik standar. Golkar harus dipertahankan. Janganlah hendaknya kita cemarin dengan cara-cara yang mungkin kurang elok. Model-model kisruh seperti di tempat lain kayak PSSI, atau di Dekopin itu semestinya tidak boleh terjadi," sebutnya.
(hat/vid)










































