DetikNews
Rabu 12 November 2014, 18:20 WIB

Kasus Korupsi IT Perpustakaan, Eks Wakil Rektor UI Dituntut 5 Tahun Penjara

- detikNews
Kasus Korupsi IT Perpustakaan, Eks Wakil Rektor UI Dituntut 5 Tahun Penjara
Jakarta - Mantan Wakil Rektor Universitas Indonesia Tafsir Nurchamid dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 5 bulan kurungan. Jaksa KPK meyakini Tafsir menyalahgunakan kewenangannya dalam proyek instalasi infrastruktur teknologi informasi Gedung Perpustakaan Universitas Indonesia.

"Menuntut agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa Tafsir Nurchamid terbukti secara hukum melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ujar Jaksa KPK Abdul Basir membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Pengadaan instalasi IT dilakukan saat UI menyelesaikan pembangunan gedung perpustakaan yang bersumber dari APBN 2009 sejumlah Rp 77 miliar dan Rp 50 miliar dari APBN Perubahan 2009.

Pada bulan Juni 2010, Tafsir dan Direktur Umum dan Fasilitas UI, Donanta Dhaneswara membuat dan menetapkan pagu anggaran pengadaan interior dan instalasi infrastruktur IT gedung perpustakaan Rp 50 miliar yang bersumber dari hasil sewa tempat di gedung perpustakaan oleh BNI 46.

Dalam proyek ini, Tafsir memberi arahan agar para stafnya memprioritaskan PT Makara Mas, perusahaan milik UI untuk mengerjakan proyek pengadaan di lingkungan UI termasuk untuk instalasi IT perpustakaan. Padahal Makara Mas tidak memenuhi kualifikasi yang disyaratkan.

"Terdakwa sering mengarahkan stafnya agar dalam pengadaan barang/jasa di lingkungan UI menggunakan PT Makara Mas walaupun penawaran PT Makara Mas lebih mahal daripada penawaran perusahaan lainnya," sebut jaksa Kristanti Yuni.

Untuk memuluskan langkahnya, Tafsir menandatangani surat edaran pengadaan barang/jasa di lingkungan UI dengan memprioritaskan PT Makara Mas. Konsep surat ini dibuat Direktur PT Makara Mas, Tjahjanto Budisatrio atas perintah Tafsir.

Tafsir sambung jaksa menyetujui PT Makara Mas menggunakan bendera PT Netsindo Inter Buana untuk mengerjakan proyek. Untuk memenuhi isi kontrak, PT Makara Mas melakukan pembelian komputer merk Apple, point of sales system, kabel jaringan, peralatan sistem perpustakaan. "Barang yang dibeli PT Makara Mas tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga mengakibatkan barang tidak berfungsi optimal," tegas jaksa.

Selain menguntungkan orang lain dan sejumlah perusahaan, jaksa menegaskan Tafsir ikut mendapatkan keuntungan karena menerima satu dekstop merk Apple dan satu iPad. "Namun barang dikembalikan ke Tjahjanto Budisatrio (Direktur PT Makara Mas) setelah ada pemeriksaan BPK dan penyelidikan KPK," sambung jaksa.

Akibat penyimpangan proyek, keuangan negara mengalami kerugian Rp 13,076 miliar dengan perincian tahap pengadaan Rp 12,959 miliar;tahap perencanaan Rp 73,680 juta; tahap pengawasan Rp 43,488 juta.



(fdn/fjr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed