Massa Cilegon Demo di Kejagung, Suara Tembakan Terdengar
Senin, 17 Jan 2005 18:06 WIB
Jakarta - Suara tembakan sebanyak empat kali terdengar saat ratusan warga Cilegon mendemo Kejaksaan Agung (Kejagung). Keempat tembakan itu merupakan tembakan peringatan dari Keamanan Dalam Kejagung, karena massa mencoba berbuat anarkis. Tembakan peringatan ini terdengar sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (17/1/2005). Saat itu, ratusan warga Cilegon, yang terdiri dari mahasiswa dan pegawai Pemda Cilegon melakukan unjuk rasa di depan Kejagung. Mereka datang ke Kejagung, Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan dengan menggunakan 4 buah bus. Mereka kemudian memadati dua pintu gerbang Kejagung. Para demonstran ini meminta agar Kejagung tidak meneruskan penyidikan dugaan kasus korupsi Pemda Cilegon seperti yang dituduhkan sejumlah LSM. Sekitar 5-7 orang perwakilan demonstran diperbolehkan masuk ke Kejagung dan bertemu Kapuspenkum Kejagung Soehandojo. Saat mereka diterima, ratusan demonstran yang berada di luar Kejagung tetap melakukan aksinya. Mereka mencoba memaksa masuk dengan menggoyang-goyang pintu gerbang, baik pintu gerbang di depan maupun pintu gerbang belakang. Mereka juga melemparkan botol-botol Kratingdaeng ke arah Kejagung. Melihat massa mencoba anarkis, petugas keamanan dalam memperingatkan mereka. Karena demonstran masih melakukan aksi anarkis itu, petugas keamanan dalam pun memberikan tembakan peringatan kepada mereka. Tembakan di arahkan ke atas. Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, satu tembakan peringatan diberikan kepada demonstran yang berada di pintu gerbang belakang. Sementara tiga tembakan peringatan diberikan kepada demonstran yang berada di pintu gerbang depan. Setelah itu, aksi massa pun mereda. Sekitar pukul 16.00 WIB, demonstran pun membubarkan diri.
(asy/)











































