"Presidium (KMP) akan melakukan kunjungan ke beberapa daerah. Pertama tanggal 20 November mendatang akan mendeklarasikan KMP Yogyakarta. Kemudian KMP Jawa Tengah sudah ditandatangani, Gorontalo, KMP Sumbar dan berikutnya adalah KMP Jawa Barat," kata Ketum Golkar Aburizal Bakrie di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2014).
Ical menepis pendapat miring banyak orang yang memprediksi koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bisa bertahan sebagai koalisi permanen. Menurut Ical, hingga kini KMP tetap solid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sinisme terus menerus. Semua mengatakan tidak mungkin KMP menjadi koalisi permanen seperti Barisan Nasional di Malaysia. Lihat saja setelah 20 Oktober (pelantikan Jokowi-JK), maka akan pecah dan mengejar kedudukan di kabinet, tapi teryata KMP masih solid," sambungnya.
Ical menjelaskan, tujuan KMP dibentuk adalah untuk mempertahankan Pancasila. "NKRI kita tahu ada banyak isu. Dikhawatirkan bahwa Indonesia ini bisa pecah. NKRI harus tetap ada dan satu. Tidak ada sejengkal tanah pun dari NKRI diserahkan ke orang lain," tuturnya.
(idh/fdn)










































