Pemprov DKI menggandeng Google Waze untuk meningkatkan pelayanan lalu lintas publik lewat navigasi berbasis komunitas. Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama, menyebut kerjasama ini bisa menghemat duit miliaran rupiah.
βSaya pikir kita bisa diuntungkan ya, ada 10 kota di dunia yang sudah kerja sama dengan mereka. Jadi kita bisa saling dapat informasi. Minimal kita nggak perlu bangun ITS (Integrated Transportation System) yang bertriliun-triliun," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2014).
Waze adalah satu aplikasi navigasi yang berbasis komunitas. Dengan aplikasi ini, maka tak perlu biaya yang mahal seperti rencana pembentukan Integrated Transportation Solution yang tahun lalu pernah dirancang pemprov.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini ada program yang gratis, kita tinggal masuk saja. yang jadi masalah itu kalau tidak banyak orang Jakarta yang terlibat, makin banyak orang terlibat makin data itu akurat," kata Ahok.
Aplikasi Waze kini sudah tersedia dan kerap digunakan untuk melihat kepadatan lalu lintas. Namun pemrov DKI melakukan kerjasama khusus untuk menyediakan beberapa data yang nantinya akan melengkapi fiturnya. Sehingga publik bisa tahu kondisi jalan secara lengkap.
"Kita kerjasama pertukaran data lalu lintas, misalnya Dishub punya data kecepatan lalu lintas di setiap ruas jalan, data itu akan kami berikan ke Waze. Kemudian masyarakat yang menggunakan aplikasi akan tahu mana saja jalan-jalan yang lancar, macet, juga dengan waze misalnya ada info tentang jalan ditutup, pengaturan lalu lintas atau jika ada kecelakaan. Publik bisa akses itu nanti," kata Akbar terpisah.
Dalam kunjungannya ke Balai Kota, pihak Google Waze diwakili oleh Fej Shmuelevitz, selaku Vice President Community and Operations dan Paige Fitzgerald, Connected Citizens Program Manager. Keduanya menyatakan kerjasama tersebut akan mendukung cita-cita Jakarta sebagai smart city.
"Nantinya warga bisa memberikan informasi di sana, dan bisa langsung direspons oleh pemerintah secara real time begitu ada laporan pengguna waze, terutama jika ada kejadian. Dengan begitu warga Jakarta pun bisa berkomunikasi langsung dengan pemerintahnya," kata Paige Fitzgerald.
(ros/fdn)











































