Dear Pemotor di Jakarta, Maukah Anda Tertib Tak Main Serobot dan Naik ke Trotoar?

Dear Pemotor di Jakarta, Maukah Anda Tertib Tak Main Serobot dan Naik ke Trotoar?

- detikNews
Selasa, 11 Nov 2014 15:03 WIB
Dear Pemotor di Jakarta, Maukah Anda Tertib Tak Main Serobot dan Naik ke Trotoar?
Jakarta - Langkah pelarangan bagi pemotor melintas di ruas HI hingga Medan Merdeka Barat, Jakarta memunculkan sejumlah pendapat. Ada yang pro dan ada yang kontra. Soal pemotor ini memang menimbulkan banyak polemik. Tapi pastinya Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok tegas akan melarang pemotor.

Soal pemotor di Jakarta ini hari-hari belakangan memang sudah membludak. Yang menjadi persoalan, tak semua pemotor mau ikut aturan. Tengok saja di jalan, mereka kerap serabat serobot. Senggol spion mobil langsung ngacir. Atau yang parah, mereka seenaknya naik ke trotoar.

Para pemotor yang melakukan tindakan itu memang oknum. Yakinlah, masih banyak pemotor yang sudah melakukan revolusi mental taat aturan di jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"saya perhatikan sekarang banyak pengguna motor yang lebih nggak tahu aturan. Paling sering memaksakan nyalip dari kiri jalan maupun diantara kendaraan. Juga ada oknum anggota TNI maupun POLRI maupun instansi, ada aturan dan rambu-rambu lalu lintas melanggar juga. Semestinya berikan contoh biar masyarakat pun nggak ikut-ikutan melanggar," terang pembaca detikcom, Ray A Derru dalam surat elektroniknya, Selasa (11/11/2014).

Apa yang dilakukan para pemotor yang ugal-ugalan dan seenaknya itu memang menyedihkan. Ke depan menjadi tantangan bagi para pemotor, beranikah Anda tertib diri?

"Yang paling saya sesalkan adalah peraturan lalu lintas sudah tidak dianggap lagi, terutama oleh pemotor. Ironi, saat mereka mengantar anak-anaknya sekolah berboncengan 2-4 orang dengan melawan arah, nyelip-nyelip, nyenggol-nyenggol. Apa yang ditangkap anak mereka? Satu sisi ingin mendidik anak tapi di sisi lain mereka menunjukkan perilaku yang sangat tidak disiplin, mengabaikan kepentingan umum dan toleransi sesama," jelas Yuddi pembaca lainnya.

Bagaimana menurut Anda para pemotor, berani menegur pemotor lainnya yang bandel?

(ndr/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads