Soal pemotor di Jakarta ini hari-hari belakangan memang sudah membludak. Yang menjadi persoalan, tak semua pemotor mau ikut aturan. Tengok saja di jalan, mereka kerap serabat serobot. Senggol spion mobil langsung ngacir. Atau yang parah, mereka seenaknya naik ke trotoar.
Para pemotor yang melakukan tindakan itu memang oknum. Yakinlah, masih banyak pemotor yang sudah melakukan revolusi mental taat aturan di jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang dilakukan para pemotor yang ugal-ugalan dan seenaknya itu memang menyedihkan. Ke depan menjadi tantangan bagi para pemotor, beranikah Anda tertib diri?
"Yang paling saya sesalkan adalah peraturan lalu lintas sudah tidak dianggap lagi, terutama oleh pemotor. Ironi, saat mereka mengantar anak-anaknya sekolah berboncengan 2-4 orang dengan melawan arah, nyelip-nyelip, nyenggol-nyenggol. Apa yang ditangkap anak mereka? Satu sisi ingin mendidik anak tapi di sisi lain mereka menunjukkan perilaku yang sangat tidak disiplin, mengabaikan kepentingan umum dan toleransi sesama," jelas Yuddi pembaca lainnya.
Bagaimana menurut Anda para pemotor, berani menegur pemotor lainnya yang bandel?
(ndr/mad)











































