Ini Saran untuk Polri Bila Ingin Lakukan Revolusi Mental

Ini Saran untuk Polri Bila Ingin Lakukan Revolusi Mental

- detikNews
Selasa, 11 Nov 2014 13:46 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Sutarman dinilai harus berani mengambil terobosan dengan merombak pejabat personalia di tubuh Polri jika ingin menerapkan revolusi mental di lembaganya. Dengan pergantian pejabat personalia, maka visi misi yang diinginkan bisa realisasikan dengan susunan baru.

"Kapolri harus berani megganti pejabat personalia. Ganti yang baru dengan visi yang baru. Baru itu akan terasa. Kalau dilakukan, saya rasa punya harapan, tapi kalau tidak masih terlalu lama," kata Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Haryatmoko saat menjadi pembicara dalam Seminar Sespimti Polri di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2014).

Dia mengatakan untuk menerapkan revolusi mental, petinggi Polri juga harus bisa memberikan contoh terhadap jajaran bawahannya. Menurutnya, karakter komunikasi di Polri yang bersifat vertikal memerlukan contoh moralitas baik dari pimpinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komunikasi de facto, ada jarak yang selama ini menjadi peran dominasi pimpinan. Padahal, itu bisa ada timbal balik karena komunikasi de facto ini pimpinan yang menentukan bagaimana baiknya," ujarnya.

"Pimpinan harus bisa terbuka dengan kritikan. Kalau di minta akan hal-hal seperti ini yaitu mengubah mental itu jangan sampai mengubah persepsi. Harus sama persepsi," sebut dosen yang juga Training Director Indonesia Center for Ethics (ICE) itu.

Lanjutnya, upaya lain adalah melakukan seleksi ketat mulai dari rekruitmen. Dia meyakini kalau perekrutan Polri harus memperhatikan aspek kompetensi etika dan leadhership.

"Misalkan setiap pengangkatan harus ada tes kompetensi. Kompetensi ini soal etika dan kompetensi leadhership. Civil society harus bisa membantu untuk mengevaluasi Polri," katanya.

(hat/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads