Bus Tingkat Beroperasi 2015, Bus TransJ di Jalur Lambat Jadi Alternatif

Pemotor Dilarang Lewat HI

Bus Tingkat Beroperasi 2015, Bus TransJ di Jalur Lambat Jadi Alternatif

- detikNews
Selasa, 11 Nov 2014 11:47 WIB
Bus Tingkat Beroperasi 2015, Bus TransJ di Jalur Lambat Jadi Alternatif
Jakarta - Pemotor dilarang melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat mulai Desember 2014, tapi sayang bus tingkat yang diharapkan jadi solusi baru bisa beroperasi tahun depan. Alhasil, bus TransJ yang lewat jalur lambat jadi alternatif.

"Bus tingkat sudah akan kita adakan tahun ini tapi baru bisa dioperasikan tahun depan," kata Dirut PT Transportasi Jakarta saat dihubungi detikcom, Selasa (11/11/2014). PT Transportasi Jakarta adalah BUMD yang bertugas mengurusi transportasi massal di Ibukota.

Saat ini PT Transportasi Jakarta sedang memfinalisasi spesifikasi bus untuk dimasukkan dalam e-katalog dalam waktu dekat. Pembelian melalui e-katalog lebih cepat daripada proses lelang yang menghabiskan waktu berbulan-bulan. Namun, PT Transportasi Jakarta masih menunggu anggaran Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Rp 350 miliar untuk bisa mereka gunakan membeli bus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk 1 unit bus tingkat ini, ia menganggarkan sekitar Rp 5 miliar. Dengan begitu, dana RP 350 miliar mereka bisa digunakan untuk membeli 70 bus tingkat berstandar internasional sesuai target.

Namun, karena proses yang belum sepenuhnya selesai ini membuat bus ini tak memungkinkan untuk hadir di Indonesia bulan Desember. Karena itu, tak bisa digunakan untuk mendukung kebijakan Pemprov DKI yang menjadikan bus tingkat gratis ini sebagai pengangkut pemotor yang telah memarkirkan motornya di gedung-gedung di Jl Sudirman, untuk meneruskan perjalanan ke Bundaran HI hingga Medan Merdeka Barat.

Bus tingkat tak bisa hadir tahun ini bukan berarti tak ada solusi. Jika diinstruksikan oleh Plt Gubernur Ahok, PT Transportasi Jakarta akan mengoperasikan bus TransJakarta untuk mengangkut para pemotor tersebut. Bus itu akan berjalan di jalur lambat. Karena berjalan di jalur lambat, tangga untuk masuk ke dalam bus yang cukup tinggi itu akan diadakan dengan cepat.

"Kita bisa keluarkan bus TransJakarta swakelola untuk diperasikan. Bikin tangganya juga nggak lama dan kita ada anggaran untuk itu kok," ucapnya.

Saat disingung penggunaan bus city tour untuk menampung pemotor, Kosasih memilih tak berkomentar. Hal ini karena belum ada pembicaraan antara Ahok, PT Transportasi Jakarta, dan Dinas Pariwisata soal penggunaan bus city tour untuk kebijakan ini.

"Sampai saat ini belum ada pemberitahuan soal akan menggunakan city tour. Tapi kalau mau digunakan dan pengelolaannya diserahkan pada kami, akan kami laksanakan," pungkasnya.

Bus city tour hingga kini hanya ada 5 unit. Bus milik Dinas Pariwisata ini hanya lewat di tempat-tempat wisata dengan rute Bundaran HI, Monas, Pacenongan, Balaikota, Sarinah, Bundaran HI.

(bil/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads