Kebijakan Pemprov DKI yang akan melarang pemotor melintas di kawasan HI hingga Jl Medan Merdeka Barat menimbulkan pro dan kontra. Para pemotor menolak kebijakan yang dianggap diskriminatif ini. Tapi ada juga yang lainnya bersyukur.
Mereka yang mendukung kebijakan itu menilai karena selama ini ulah para pemotor di jalanan Jakarta sudah meresahkan. Tengok saja kalau macet, kerap serobot sana- sini bahkan trotoar pun dihajar. Amat tidak tertib.
"Saya senang motor dilarang di sekitar HI karena saya benci pengendara motor, ugal-ugalan seenaknya, nggak pernah pikir pejalan kaki, main salip serobot sana-sini. Kalau perlu hilangkan semua motor dari Jakarta pindah saja ke hutan Kalimantan," terang Sandra Christina yang mengirimkan pendapatnya ke redaksi@detik.com, Selasa (11/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bukan pemotor, saya muak dengan ulah pemotor yang sebagian besar nggak tertib. Kalau macet pasti ambil jalur orang, jadi malah bikin tambah macet. Polisi nggak berdaya, karena yang melanggar sudah kaya laron, nggak terhitung. Yang prihatin, begitu nyata dan banyaknya orang Indonesia yang nggak punya kepedulian kepada orang lain. Masa sih kita akan ngajarin generasi penerus kita untuk nggak peduli dengan kepentingan orang lain. Bravo Pemprov DKI yang mulai bikin aturan-aturan untuk pemotor," tutur Evita Susatio.
Bagaimana menurut Anda para pemotor dan yang menggunakan mobil soal kebijakan ini? Silakan berbagi ke redaksi@detik.com.
(ndr/mad)











































