"Golkar tak bisa terikat di satu koalisi. Jangan kemudian terjebak di satu koalisi saja. Golkar itu partai besar," ujar Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/11/2014).
Pelaksanaan Munas partai tersebut pun harus dilakukan setelah ada evaluasi. Partai itu harus fokus kepada pemilihan pemimpin terbaik.
"Pemimpin terbaik itu kemudian yang memilih posisi terbaik dalam politik. Karena posisi Golkar sangat berpengaruh baik di legislatif maupun pemerintahan. Namun jangan sampai Munas pun menjadi terjebak hanya kepada pilihan tetap di KMP atau menyeberang," imbuh Yunarto.
Golkar merupakan partai urutan kedua dalam pemilu legislatif setelah PDIP. Namun partai ini menduduki posisi Ketua DPR dan meraih 3 posisi ketua komisi serta beberapa posisi wakil ketua alat kelengkapan dewan.
Mantan Ketum Golkar Jusuf Kalla pun menduduki posisi sebagai Wakil Presiden RI. Sementara itu di MPR, partai itu juga mendapat posisi sebagai Wakil Ketua.
(bpn/fdn)











































