Cerita Ketum PPP Romi Soal Buyutnya yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Cerita Ketum PPP Romi Soal Buyutnya yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional

- detikNews
Selasa, 11 Nov 2014 01:08 WIB
Cerita Ketum PPP Romi Soal Buyutnya yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional
Jakarta -

Presiden Joko Widodo pada Jumat (7/11) memberikan penghargaan pahlawan nasional untuk empat tokoh yang salah satunya adalah pendiri Nadhlatul Ulama KH Abdul Wahab Chasbullah. Cicit dari Abdul Wahab, Romahurmuziy (Romi) mengatakan kalau penghargaan tersebut merupakan apresiasi terhadap salah satu putra terbaik NU.

Romi yang juga Ketua Umum DPP PPP ini menambahkan kalau dunia pesantren bisa menjadi cikal perjuangan yang saling melengkapi. "Perjuangan dan ekspresi di agama tidak bisa lepas jauh. Rutinitas ngajar dakwah di pesantren jadi pertahanan dalam memperkuat kerangka resolusi jihad berjuang melawan penjajah," kata Romi usai acara Tasyakur Abdul Wahab Chasbulloh di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2014), dini hari.

"Saya kira ini penghargaan untuk keluarga besar NU karena salah satu putranya bisa dapat sedemikian tinggi," lanjut mantan Ketua Komisi IV DPR itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia pun selalu mengingat pesan buyutnya itu terkait urusan politik. Menurut Romi, kalau almarhum buyutnya menginginkan bagi yang ingin terjun sebagai politisi harus punya jiwa yang lentur namun tegas.

"Saya musti belajar agar bisa dikenal sebagai politisi yang lentur tapi juga tegas. Beliau berpesan politik itu permainan. Tapi ketika sudah bermain harus dilakukan sungguh-sungguh," katanya.

Romi pun berharap pemerintahaan SBY yang sudah perhatian terhadap dunia pesantren bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan oleh Presiden Jokowi. Dia meyakini pesantren bisa menjadi wadah melahirkan pejuang-pejuang muda baru untuk memimpin bangsa ke depan.

"Kerangka bangsa yaitu pemuda harus kuat dengan karakter moral disertai pendekatan agama. Pesantren itu bagus untuk pendidikan," ujarnya.

Seperti diketahui, pada Jumat (7/11), Presiden Jokowi memberikan penghargaan kepada empat sosok yang dianggap layak menjadi pahlawan nasional. Keempat sosok yang diwakili perwakilan keluarga itu adalah KH Abdul Wahab Chasbullah, Mayjen (Purn) Mohammad Mangoendiprojon, Letjen (Purn) Djamin Ginting, dan Sukarni Kartodiwirjo.



(hat/bpn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads