Dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (11/11/2014) disebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir angka perdagangan RI-Rusia mengalami peningkatan yakni dari US$ 1,68 milyar di tahun 2010 menjadi US$ 2,54 milyar tahun 2011 dan US$ 3,37 milyar pada 2012. Berlanjut kemudian di tahun 2013 menjadi US$ 3,52 milyar.
Pada pertemuan yang berlangsung dalam KTT APEC di Beijing, Tiongkok itu Presiden RI Jokowi dan Presiden Rusia Putin sepakat untuk meningkatkan perdagangan hingga senilai dengan US$ 5 milyar di tahun 2015. Hal ini nantinya akan didukung investasi dari Rusia dalam bidang smelter aluminium yang nilainya tak kurang dari US$ 1 milyar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan pula sebelumnya bahwa Presiden Jokowi meminta Rusia untuk berinvestasi di bidang transportasi dan energi. Mantan Gubernur ibukota Indonesia itu pun tanpa basa basi mengajak kerja sama.
"Dalam hubungan Indonesia Rusia yang sudah baik ini saya mengajak untuk lebih ditingkatkan lagi dan saling mengisi dan saling percaya. Kita juga mengajak Rusia untuk investasi di Indonesia untuk bidang-bidang energi, power plant, railway, irigasi, pangan dan manufaktur," tutur Jokowi dalam bahasa Indonesia.
(bpn/fjp)










































