Jokowi mengawali pertemuan bilateral dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Lalu, setelah itu dilanjutkan dengan perdana menteri Li Keqiang. Saat berdialog dengan mereka, mantan wali kota Solo itu bicara dalam bahasa Indonesia. Bahkan tak segan-segan menyatakan dengan lugas, keinginan untuk kerjasama sesuatu yang konkret. Bukan lagi basa-basi perkenalan, walau Jokowi datang sebagai presiden baru.
"Indonesia ingin hubungan ini lebih dikonkretkan lagi sehingga nanti kedua negara mendapatkan keuntungan baik rakyat Indonesia dan rakyat Tiongkok," ucap Jokowi kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian di Hotel Westin, presiden bertemu dengan presiden AS Barack Obama. Kali ini, di pengantarnya, Jokowi bicara soal isu keamanan dan radikalisme. Tentu saja dalam bahasa Indonesia.
Pertemuan selanjutnya adalah dengan Presiden Vietnam Truong Tan Sang di arena CNNC, Beijing. Jokowi kembali bicara soal investasi dan hubungan kerjasama kedua negara.
Terakhir, pertemuan bilateral Jokowi digelar dengan presiden Rusia Vladimir Putin. Secara tegas, Jokowi menyampaikan ajakan untuk berinvestasi.
"Dalam hubungan Indonesia Rusia yang sudah baik ini saya mengajak untuk lebih ditingkatkan lagi dan saling mengisi dan saling percaya. Kita juga mengajak Rusia untuk investasi di Indonesia untuk bidang-bidang energi, power plant, railway, irigasi, pangan dan manufaktur," tutur Jokowi dalam bahasa Indonesia.
(mad/fjr)











































