Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melihat Drone produksi nasional itu di Hanggar Fixed Wing saat mengunjungi kompleks kantor PT Dirgantara Indonesia (DI) di Jalan Sumantri, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/11/2014). Proyek pembuatan Drone itu merupakan kerjasama antara PT DI, Kemenhan, BPPT, dan PT TA Wulung.
Menurut Direktur Teknologi PT DI Andi Ali Syahbana, Drone dilengkapi dengan kamera yang jangkauannya hingga 1.000 meter. Kini pesawat tanpa awak itu sedang berusaha bisa segera mendapatkan sertifikasi dari Kemenhan agar bisa langsung dioperasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan digunakan untuk siapa pun, harus diserfitikasi dulu tidak boleh langsung dipakai," tambahnya.
Walau belum sempurna, Ryamizard mengaku bangga terhadap Drone buatan anak negeri ini. Ia akan menggunakannya untuk menjaga perbatasan di daerah agar tidak ada lagi yang mengambil wilayah kedaulatan RI.
"Ini bagus. Nanti kalau kita buat, di pos perbatasan tercover semua. Kalau di Kalimantan 5 (Drone) mungkin bisa tercover semua. Dengan demikian kita jadi nggak khawatir lagi dipindah-pindahin patoknya," ungkap Ryamizard.
Mantan KSAD itu pun menyatakan akan datang ke perbatasan untuk menghitung-hitung seberapa banyak Drone yang ia perlukan untuk menjaga perbatasan. Setelah mengetahuinya, Menhan pun akan memesan pesawat tanpa awak tersebut.
Β "Kita hitung dulu, nanti saya mau ke perbatasan ngitung jadi tahu berapa yang harus kita pesan," pungkasnya.
(ear/mok)










































