Tak Mampu Bayar Ongkos Bersalin di Klinik, Ibu Muda 'Disandera'

Tak Mampu Bayar Ongkos Bersalin di Klinik, Ibu Muda 'Disandera'

- detikNews
Senin, 17 Jan 2005 15:07 WIB
Makassar - Malang nian nasib Hapsah (29). Selain harus kehilangan anaknya yang masih dalam kandungan ketika hendak melahirkan, ibu muda ini dilarang pulang oleh pihak klinik Badan Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) Restu Bunda, Makassar lantaran tak punya ongkos membayar biaya persalinan. Hingga saat ini, Senin (17/01/2005), telah 15 hari Hapsa mendekam di dalam klinik. Karena tak punya ongkos, Idawati, tetangga Haps,a mencoba mendatangi kantor Lurah, Camat, dan Dinas Sosial Makassar. Sayangnya keterangan miskin yang diperoleh Ida dari kantor tersebut, tetap ditolak oleh pihak klinik. Ida pun mendatangi kantor DPRD Makassar dan DPRD Sulsel untuk mendapatkan surat rekomendasi yang bisa membantu Hapsah melunasi biaya persalinan. Namun, tetap tidak ditanggapi. Ongkos persalinan Hapsa yang harus dibayarkan sekitar Rp 6 juta. "Tapi terus bertambah. Karena biaya makan dia di klinik sampai sekarang masih dihitung," ujar Ida. Hapsa masuk klinik pada awal Januari lalu, karena akan melahirkan bayinya. Namun sulitnya proses persalinan, menyebabkan bayi Hapsah meninggal sebelum keluar dari rahimnya. Karena sulitnya bayi dikeluarkan dari perut ibnya, dokter pun berinisiatif untuk melakukan operasi cesar. Hapsah pun dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pelamonia, karena peralatan operasinya lebih lengkap. Ongkos persalinan ini pun ditanggung sementara oleh klinik BKIA Restu Bunda. Setelah melahirkan, Hapsah pun dibawa kembali ke Restu Bunda dan tidak tidak diperbolehkan pulang. "Bahkan salah seorang bidan bilang sama saya, kalo saya sebaiknya pinjam uang dulu untuk bayar biaya rumah sakit," ujar Ida. Hapsa dan keluarganya tinggal dipemukiman padat di Jl Rappokalling Utara no 5 A, Makassar. Suaminya sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. (asy/)


Berita Terkait