Muhammadiyah Jateng Siap Tampung 1000 Anak Korban Tsunami

Muhammadiyah Jateng Siap Tampung 1000 Anak Korban Tsunami

- detikNews
Senin, 17 Jan 2005 14:50 WIB
Solo - Muhammadiyah Jawa Tengah (Jateng) telah mengajukan izin kepada Pemerintah untuk menampung dan mendidik paling sedikit seribu anak korban tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. Muhammadiyah merasa pihaknya memenuhi syarat yang diajukan Pemerintah.Ketua PW Muhammadiyah Jateng A Dahlan Rais mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menyatakan kesiapan itu lewat PP Muhammadiyah agar diteruskan kepada Pemerintah. Mekanisme itu ditempuh mengingat diberlakukan aturan bahwa anak-anak Aceh dilarang dibawa keluar dari Aceh tanpa izin pemerintah."Sudah ada respons positif dari Pemerintah. Jawaban yang kami terima adalah bahwa pengasuhan anak-anak korban tsunami akan diserahkan kepada pihak yang mampu dan telah berpengalaman. Untuk persyaratan itu, insya Allah kami memenuhinya," ujar Dahlan kepada detikcom di Solo, Senin (17/1/2005)."Panti asuhan milik Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jateng berpengalaman menerima anak-anak pengungsi dari Sambas, maupun korban kekerasan di Poso dan Ambon. Seluruh panti asuhan kami juga dalam kondisi bagus. Tidak perlu khawatir bahwa mereka akan terlantar," lanjut adik kandung Amien Rais tersebut.Tentang jumlah anak yang akan dikirim serta kapan waktunya tergantung keputusan Pemerintah. Namun setiap saat Muhammadiyah Jawa Tengah siap menerima kedatangan anak-anak korban bencana tsunami tersebut untuk ditampung di 84 panti asuhan milik Muhammadiyah di seantero Jateng.Dipaparkannya, tidak kurang dari seribu anak Aceh dan Sumut dapat ditampung di 84 panti asuhan itu. Bahkan mungkin bisa lebih. Diharapkan anak-anak yang akan dikirim dari daerah bencara ini berusia antara sekolah TK dan SD. Selanjutnya mereka disekolahkan hingga lulus SLTA."Seluruh biaya hidup dan sekolah sepenuhnya akan ditanggung panti asuhan. Kami akan membesarkan dan mendidik mereka secara baik. Sejauh ini belum ada rencana dari kami untuk mengupayakan orangtua asuh bagi mereka, demikian ujar Dahlan Rais. (nrl/)


Berita Terkait