Ryamizard berkeliling kompleks Pindad di Jalan Gatot Subroto, Bandung, untuk melihat beragam produksi dan fasilitas PT Pindad, Senin (10/11/2014). Ia ditemani oleh Plt Dirut Pindad Tri Hardjono dan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Komisaris PT Pindad.
Pihak PT Pindad memamerkan jajaran panser-panser Anoa kepada Ryamizard. Termasuk Anoa yang sedang dikembangkan menjadi kendaraan tempur Amfibi. Anoa tersebut dari darat turun menuju kolam uji yang berada di kompleks kantor PT Pindad.
Anoa 6x6 itu terjun dengan taktis ke arah kolam dan hampir menyelam. Saat berada di dalam kolam, Anoa hanya terlihat sedikit bagian atasnya saja. Anoa dengan 2 baling-baling di bagian belakangnya itu pun mampu bermanuver di dalam air termasuk berputar-putar dan menanjak kembali ke darat dengan tanjakan yang cukup tinggi.
"Anoa Amphibi, kita lihat sendiri membanggakan kan, dia bisa muter-muter di air, itu untuk sungai. Udah dicoba di Jatiluhur, bagus karena kenapa, kita kan Maritim, walaupun di darat harus mampu ke maritim juga. Paling tidak di pinggir-pinggir, tepi-tepi pantai, di rawa-rawa," ujar Ryamizard di lokasi.
Ia pun mengingatkan saat di pameran Indo Defence 2014 lalu, jajaran TNI juga sudah mengembangkan sejumlah kendaraan yang diperlukan bagi pertahanan dan antisipasi di Indonesia. Seperti kendaraan untuk di rawa-rawa, dan kendaraan anti banjir.
"Saya ingin melihat apa kemajuan Pindad, apa yang sudah dicapai. Ternyata saya lihat kemajuan yang sudah dicapai itu, sangat-sangat maju pesat, bagus. Dan akan dilanjutkan lagi," kata mantan KSAD itu menjelaskan maksud kedatangannya ke Pindad.
Ryamizard pun menyatakan pemerintah akan menambah alutsista TNI secara bertahap sehingga dalam 2-3 tahun ke depan penambahan akan mencapai 100 persen.
"(Pindad) maju pesat, bagus. Pemerintahan baru, Pak Jokowi sangat memperhatikan ini. Dana untuk kemajuan ini kita harapkan bisa diberikan," pungkasnya.
(ear/mok)











































