Keributan yang berujung saling serang antara bobotoh (suporter Persib) dengan The Jak (suporter Persija) menuai reaksi dari Menpora Imam Nachrowi. Dia meminta pihak keamanan untuk senantiasa mengawal setiap rangkaian suporter bola agar tidak terjadi kerusuhan serupa.
"Ketika di jalan seperti ini, maka kita minta setiap event ke polisi dan TNI mengawal setiap rangkaian suporter. Kita juga minta mendesak pada PSSI untuk ambil langkah tegas dan memperingatkan manajemen agar mereka punya mekanisme cara utk menangani suporter," ujar Imam.
Hal ini diungkapkannya saat berbincang usai menghadiri upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Jl Raya Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2014). Imam juga meminta setiap pembelian karcis pertandingan dicantumkan nomor kursinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana dengan antisipasi keributan lain di luar stadion?
"Saya kira kita harus segera manggil petinggi masing-masing, duduk bersama dengan Bonek (suporter Persebaya Surabaya), Arimenia (suporter Arema Malang) dan The Jak Mania (suporter Jakarta) sendiri sudah minta pada kita. Tapi ini bukan masalah hilir ya, tapi hulu," kata politisi PKB itu.
Yang dimaksud dengan hulu adalah para elite antar suporter itu sendiri. Pasalnya, mereka akan menjadi contoh dan panutan bagi suporter-suporter di bawahnya.
"Perilaku elite, sehingga yang bawah seperti ini. Harus dimulai dari atas semuanya karena rentetannya ke bawah, atas. Bikin kebijakan nanti bawah mengikuti," sambungnya.
Imam juga akan segera berkoordinasi dengan Kapolri untuk membasmi mafia suporter. Selain itu, Menpora juga berencana akan melakukan upaya mediasi dalam waktu dekat.
"Dalam waktu dekat saya akan bertemu Kapolri untuk bicarakan mafia olahraga. Saya tidak bisa menargetkan (kapan mediasi dilakukan), tapi secepatnya," tutup Imam.
(aws/mpr)










































