"Saya berharap baik Pak SDA dan Mas Romi bisa benar-benar islah yang tuntas. Ini menyangkut kepentingan partai juga, terutama menjelang pilkada serentak di seluruh Indonesia," kata Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/11/2014).
Tamliha tak peduli kubu mana yang akan menang. Dia hanya berharap PPP segera menyatu, siapa pun pemimpinnya. Jika tidak, maka PPP akan kesulitan menghadapi pilkada serentak yang dijadwalkan akan digelar pada bulan Oktober 2015 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tamliha menyadari kedua kubu kini bertarung di meja hijau, kubu Suryadharma menggugat putusan Menkum HAM yang mengesahkan PPP kubu Romi. Dia tak mempermasalahkan hal itu, namun mengingatkan bahwa penyelesaian lewat pengadilan membutuhkan waktu yang panjang.
"Dulu pernah Buya Ismail Hasan digugat oleh seseorang, tapi gugatan itu tak kunjung ada putusannya hingga dua-duanya meninggal. Jika konflik dua kubu terus berlanjut, PPP jadi tak menarik bagi calon kepala daerah di pilkada serentak," pungkasnya.
(trq/erd)











































