Wasekjen PPP: Romi dan Suryadharma Harus Islah Sebelum Pilkada Serentak

Wasekjen PPP: Romi dan Suryadharma Harus Islah Sebelum Pilkada Serentak

- detikNews
Senin, 10 Nov 2014 09:56 WIB
Wasekjen PPP: Romi dan Suryadharma Harus Islah Sebelum Pilkada Serentak
Jakarta - Dua kubu PPP yang masing-masing dimotori Romahurmuziy dan Suryadharma Ali masih terus berseteru. Jika tak segera islah, perseteruan ini bisa merugikan PPP yang akan turut serta di pilkada serentak tahun 2015.

"Saya berharap baik Pak SDA dan Mas Romi bisa benar-benar islah yang tuntas. Ini menyangkut kepentingan partai juga, terutama menjelang pilkada serentak di seluruh Indonesia," kata Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/11/2014).

Tamliha tak peduli kubu mana yang akan menang. Dia hanya berharap PPP segera menyatu, siapa pun pemimpinnya. Jika tidak, maka PPP akan kesulitan menghadapi pilkada serentak yang dijadwalkan akan digelar pada bulan Oktober 2015 nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai konflik di tingkat DPP menjalan ke daerah. Nanti KPU akan bingung memverifikasi calon kepala daerah dari PPP. Kasihan cabang, kasihan kepala daerahnya. Masa mereka harus minta persetujuan dua kubu," ujarnya.

Tamliha menyadari kedua kubu kini bertarung di meja hijau, kubu Suryadharma menggugat putusan Menkum HAM yang mengesahkan PPP kubu Romi. Dia tak mempermasalahkan hal itu, namun mengingatkan bahwa penyelesaian lewat pengadilan membutuhkan waktu yang panjang.

"Dulu pernah Buya Ismail Hasan digugat oleh seseorang, tapi gugatan itu tak kunjung ada putusannya hingga dua-duanya meninggal. Jika konflik dua kubu terus berlanjut, PPP jadi tak menarik bagi calon kepala daerah di pilkada serentak," pungkasnya.

(trq/erd)


Berita Terkait