Bukan apa-apa, saat ini nilai-nilai kepahlawanan, misalnya di jalan sudah ditinggalkan. Kini, beranikah Anda menjadi pahlawan?
"Hari pahlawan untuk keteladanan anak-anak Indonesia. Saatnya semangat heroisme, patriotisme, dan kegigihan dalam berjuang, keikhlasan dlam mmbangun bangsa diteladankan kepada anak-anak Indonesia," jelas Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asronun Niam, Senin (10/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai wujud kesyukuran kita pada pengorbanan para pahlawan. Anak-anak butuh teladan akan jiwa kepahlawanan," jelas dia.
"Peringatan Hari pahlawan adalah momentum pembentukan karakter kuat, dan etos perjuangan bagi anak-anak Indonesia, dengan teladan orang dewasa. Hari pahlawan bukan sekedar cerita masa lalu, romantisme sejarah, tapi lebih dari itu adalah soal keteladanan akan jiwa pengorbanan untuk sesama, perjuangan untuk bangsa, dan dedikasi untuk generasi yang berbudi dan bermartabat," urai dia.
Niam melanjutkan, saatnya menghadirkan para pahlawan itu di depan anak-anak sebagai motivasi, teladan, dan contoh akan kebajikan, kebersamaan, kekompakan dan kearifan.
"Menggantikan teladan buruk yang mengedepankan caci maki, saling menang sendiri, kehidupan serba materi, dan budaya hedonisme yang terus menjadi," tutup dia.
(edo/ndr)











































