Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam, Senin (10/11/2014) dari permusuhan yang terus terpelihara itu yang paling terkena imbas adalah anak-anak. Di dalam diri mereka akan tertanam siapa lawan mereka. Ini akan sangat berbahaya.
"Saatnya revolusi mental untuk mengembalikan khittah sportifitas dalam olahraga," jelas Niam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menggali nilai-nla kebersamaan, kerja sama, persahabatan, dan kekompakan yang tersimpan dalam olahraga sepakbola harus diaktualisasikan dalam pribadi, termasuk kepada para suporter," urai dia.
"Para suporter yang sudah senior harus mengkampanyekan persahabatan dan sportifitas kepada anak-anak, rantai permusuhan harus disudahi. Bukan fanatisme buta yang melahirkan destruksi dan anarki," tambahnya lagi.
Insiden antara suporter Persib dan Persija terjadi di kawasan di Tol JORR. Bus pendukung Persib yang melintas dari Palembang menuju ke Bandung rupanya sudah disambut pendukung Persija. Hujan batu terjadi. Tapi ada juga versi lainnya, di mana pendukung Persib melakukan provokasi.
Kemudian saat perayaan kemenangan Persib di Bandung, beberapa oknum merusak kendaraan berpelat B.
(ndr/mad)










































