Mau Tahu Fasilitas Sederhana Para TKI?

Soal TKI di Malaysia (8)

Mau Tahu Fasilitas Sederhana Para TKI?

- detikNews
Senin, 10 Nov 2014 01:31 WIB
Mau Tahu Fasilitas Sederhana Para TKI?
Kinabalu, - Menjadi TKI di Malaysia bukan barang enteng. Gaji pasti tidak besar dan fasilitas pun seadanya. Meski begitu, peminatnya tetap banyak.

Lebih dari 3 juta TKI Indonesia berada di Malaysia. Tidak ada angka pasti karena memang banyak yang tidak terdaftar. Sebagian besar kerja di ladang kelapa sawit, sedangkan lainnya di pabrik, konstruksi bangunan dan lainnya.

Detikcom sempat melihat sendiri fasilitas yang diberikan kepada pegawai pabrik triplek di Keningau, dua jam perjalanan kendaraan pribadi dari Kota Kinabalu, Minggu (9/11/2014). Di sini ada 700-an TKI yang hampir separuhnya membawa keluarga mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rata-rata para TKI bekerja 12 jam dalam sehari. Ada dua shift, mulai jam 7 pagi atau jam 7 malam. Kalau tidak mengambil libur selama sebulan penuh maka upah yang diterima hampir mencapai Rp 3 juta. Dari uang tersebut, sebanyak Rp 1 juta bisa ditabung dan sisanya untuk keperluan harian.

Para TKI pekerja play wood tersebut tinggal di rumah kayu besar memanjang dua tingkat. Lantai bawah untuk petak-petak keluarga, sedangkan lantai dua untuk bujangan. Satu rumah besar seperti itu dihuni kisaran 100 orang. Semua aktivitas ada di situ kecuali untuk MCK.

Tempat tinggal, listrik dan air disediakan perusahaan dan tidak perlu membayar. Karena hidup berjamaah maka kondisinya menjadi seperti pengungsian saja. Acak adut. Bedanya mereka tidak mengalami stres.

Khusus untuk MCK, disediakan kamar mandi ramai-ramai yang tidak ada sekat satu dan lainnya. Airnya tidak terlalu jernih dan di baknya terlihat beberapa ikan berenang ke sana kemari. MCK ini tergolong seadanya dan kurang memenuhi standar kesehatannya.

Di kompleks ini terlihat 10 rumah besar yang di tengah-tengahnya ada lapangan berubin yang bisa untuk bermain anak-anak atau sekadar nongkrong. Dapat pula dipakai untuk main basket atau pun badminton. Rupanya perusahaan juga memenuhi kebutuhan kebugaran para pegawainya.

Di dekat perumahan TKI tersebut terdapat Community Learning Centre (CLC) yang dikelola oleh Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu. Inilah tempat belajar SD dan SLTP yang sangat sederhana dengan hanya 4 guru. Diharapkan, dengan belajar seadanya itu, ratusan anak-anak TKI tersebut tetap mencintai dan bangga sebagai anak bangsa Indonesia.

(rmd/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini