Polisi Belum Temukan Indikasi Pengiriman 300 Anak Aceh

Polisi Belum Temukan Indikasi Pengiriman 300 Anak Aceh

- detikNews
Senin, 17 Jan 2005 13:21 WIB
Jakarta - Hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan adanya indikasi pengiriman sekitar 300 anak Aceh ke luar negeri oleh lembaga misionaris Worldhelp asal AS.Untuk memastikan mengapa isu tersebut sampai ada, Polri akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Salah satu upaya untuk menanggulangi dan mencegah keluarnya anak-anak Aceh dari Aceh dengan mengirimkan petunjuk pelaksanaan (juklak) ke seluruh Polda tentang penanganan anak-anak Aceh tersebut.Demikian dijelaskan Direktur I Keamanan Transnasional Bareskrim Mabes Polri Brgjen Pol Pranowo di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (17/1/2005)."Sampai sekarang belum ada petunjuk mengenai 300 anak yang dilaporkan akan dibawa keluar Aceh. Sampai sekarang kita belum temukan kasus itu. Makanya kita akan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat, termasuk dengan Kesra mengenai kebenaran informasi tersebut," ujarnya.Menurut dia, informasi itu belum tentu benar. Tentunya harus dilakukan klarifikasi terlebih dulu sebelum langsung melakukan penyidikan.Untuk mencegah adanya pengiriman anak-anak keluar Aceh, termasuk penjualan anak-anak Aceh, lanjutnya, Mabes Polri sudah mengirimkan juklak ke seluruh Polda tentang penanganan dan pencegahan pengiriman anak-anak tersebut.Salah satu petunjuknya adalah meminta agar masyarakat setempat segera melaporkan kepada pihak kepolisian bila melihat adanya anak-anak Aceh yang dibawa keluar Aceh."Juklak itu sudah disebarkan ke seluruh Polda, hanya beberapa minggu setelah terjadi bencana tsunami untuk mencegah terjadinya human trafficking," kata Pranowo.Salah satu pencegahan, lanjut dia, dengan melakukan penjagaan yang dilakukan petugas keamanan di tempat-tempat pengungsian, dan melakukan pendataan terhadap tempat pengungsian tersebut mengenai jumlah anak-anak yang ada di sana.Sebelumnya dia juga mengatakan pihaknya melakukan koordinsi dengan pihak rumah sakit yang merawat anak-anak Aceh, termasuk rumah sakit di kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta. (sss/)


Berita Terkait