Pengungsi di Bandara Iskandar Muda Keluhkan Bantuan
Senin, 17 Jan 2005 12:14 WIB
Banda Aceh - Puluhan pengungsi yang bertahan di komplek Bandara Iskandar Muda, Banda Aceh, mengeluhkan minimnya bantuan, terutama bantuan makanan yang mereka terima. Pasalnya, mereka melihat bantuan menumpuk, tetapi tak segera didistribusikan."Saya lihat stok makanan melimpah, tetapi pengungsi yang tinggal disini setiap hari hanya diberi 2 gelas beras untuk satu orang. Terus untuk lauk pauk kita cari sendiri, hanya sesekali diberi ikan asin," kata Ika salah seorang pengungsi saat ditemui detikcom, Senin (17/1/2005) di tempat pengungsian.Akibat minimnya bantuan, lanjut Ika, banyak pengungsi yang minta-minta kepada orang yang berada di Bandara Iskandar Muda. "Kita yang berada di depan mata para relawan justru gak pernah diperhatikan. Bantuan melimpah, tapi kami sering kelaparan," tambahnya.Sekitar 100 orang sampai hari ini masih bertahan di pengungsian yang terletak di komplek Bandara Iskandar Muda. Pada awalnya pengungsi di tempat tersebut berjumlah sekitar 250 orang. Namun karena banyak yang pindah, diambil keluarga atau pindah ke Medan.Para pengungsi menempati tenda yang terbuat dari plastik. Mereka berada di pengungsian dengan fasilitas minim. Untuk makanan, selain pembagian beras, mereka mendapat pembagian indomie dan telor beberapa hari sekali. Pada umumnya para pengungsi ini berasal dari kawasan Alun Naga, Kecamatan Syiah Kuala.
(jon/)











































