Kapan Idul Adha di Indonesia?

Kapan Idul Adha di Indonesia?

- detikNews
Senin, 17 Jan 2005 12:10 WIB
Jakarta - Gara-gara Arab Saudi mengumumkan wukuf di Arafah jatuh pada Rabu (19/1/2005), masyarakat di Indonesia bertanya-tanya, kapan Idul Adha di Indonesia? Dengan jatuhnya wukuf pada Rabu, maka Arab Saudi menetapkan Idul Adha jatuh pada Kamis (20/1/2005). Masyarakat Indonesia wajar bila bertanya-tanya. Pasalnya, waktu Indonesia lebih dulu dibanding Arab Saudi. Waktu Indonesia, setidaknya mendahalui sekitar 3-4 jam. Logika secara awam, bila Arab Saudi ber-Idul Qurban pada Kamis (20/1/2005), berarti Indonesia juga demikian halnya. Sementara saat ini, di kalender nasional, Idul Adha tertulis jatuh pada Jumat (21/1/2005). Bila ada perubahan, tentu ini jelas mempengaruhi hari libur nasional maupun hari libur karyawan di perusahaan-perusahaan swasta. Tapi memang, ilmu untuk menetapkan Idul Adha memang agak rumit. Selama ini di Islam, dikenal dua metode penentuannya, yaitu ru'yah (melihat mata telanjang hilal pada saat awal bulan) dan hisab (berdasarkan perhitungan ilmu falak). Arab Saudi mengubah penetapan Idul Adha dari Jumat (21/1/2005) menjadi Kamis (20/1/2005), setelah ada seorang yang alim dan dapat dipercaya mengaku melihat hilal pada Senin (10/1/2005) lalu. Karena itu, Idul Adha 10 Dzulhijjah ditetapkan tanggal 20 Januari. Arab Saudi menggunakan metode hilal. Lantas bagaimana di Indonesia? Untuk menetapkan hari besar Islam, pemerintah melalui Departemen Agama (Depag) biasanya menggelar sidang Istbat. Sidang istbat digelar menjelang akhir bulan. Dalam sidang ini, dikumpulkan sejumlah organisasi Islam yang berpedoman pada ru'yah maupun hisab. Belum diketahui, apakah Depag sudah menggelar sidang istbat pada akhir bulan Dzulqo'dah, untuk menentukan awal Bulan Dzulhijjah. Belum diketahui juga, apakah ada seorang alim, jujur dan dipercaya melihat hilal pada awal Dzulhijjah beberapa waktu lalu. Namun, bila berpatokan pada penetapan 1 Syawal 1425 H beberapa waktu lalu yang ditetapkan Depag, maka 10 Dzhulihijjah akan jatuh pada Jumat (21/1/2005). Namun, selama ini memang belum ada keputusan yang dipublikasikan secara jelas mengenai penetapan Idul Adha ini. Karena itu, masyarakat pun menganggap Idul Adha jatuh pada Jumat (21/1/2005). Lantas, bagaimana sikap pemerintah terhadap penetapan Idul Adha setelah Arab Saudi menetapkan Idul Adha jatuh pada Kamis (20/1/2005)? Jawabannya akan diketahui pukul 15.00 WIB, Senin (17/1/2005) nanti. Pada saat itu, berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, rencananya Depag akan mengumumkan secara resmi penetapan Idul Adha. Sementara PP Muhammadiyah yang selama ini dikenal sebagai 'bermazhab' hisab, tetap memutuskan bahwa Idul Adha jatuh pada Jumat (21/1/2005). Berdasarkan perhitungan dari Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah, ijtima' menjelang Zulhijjah 1425 H jatuh pada Senin (10/1/2005) pukul 19.04 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta -0 derajat 40 detik dan di seluruh wilayah Indonesia bilan masih di bawah ufuk (belum wujud). Karena itu, PP Muhammadiyah menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Rabu (12/1/2005) dan 10 Dzulhijjah jatuh pada Jumat (21/1/2005). (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads