Perang Kelompok di Makassar, Dua Warga Tewas

Perang Kelompok di Makassar, Dua Warga Tewas

- detikNews
Jumat, 07 Nov 2014 23:09 WIB
Makassar -

Dua warga tewas dalam perang kelompok di jalan Kelapa Tiga, Bara-Baraya, Makassar, yang terjadi pada jumat sore tadi (7/11), yakni Zulkifli (26) yang terkena peluru senapan angin di dada kirinya dan Riri (16) terkena anak panah di dada kirinya.

Zulkifli yang diketahui merupakan warga jalan Kesatuan nomor 16, berprofesi sebagai buruh. Sedangkan Riri, remaja tanggung yang tinggal di jalan Abubakar Lambogo lorong 10.

Selain dua korban tewas, beberapa warga lainnya yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit, yakni Andi Mappangara (28) terkena panah di pergelangan tangan kirinya, Ade terkena peluru senapan angin di dada kanan, keduanya kini dirawat di RS Pelamonia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyu (17) dan Minggu (19), terkena peluru senapan angin di perutnya dan lehernya, keduanya dirawat di RS Labuang Baji. Selain beberapa nama di atas, beberapa warga lainnya yang terluka belum teridentifikasi.

Dari data yang dihimpun detikcom, perang kelompok yang bersamaan dengan waktu bentrokan polisi dan mahasiswa UIT yang berunjukrasa menolak kenaikan harga BBM ini dipicu aksi penyerangan kelompok pemuda dari jalan Kelapa Tiga, kelurahan Ballaparang, Kec. Rappocini yang menggunakan senapan angin dan batu, pada warga jalan Muhammad Yamin, Kelurahan Bara-Baraya Timur, Kec. Makassar.

Aksi tawuran warga ini berlangsung sekitar dua jam dan baru berhenti saat anggota Polsek Makassar yang dipimpin Wakapolsek Makassar AKP Syamsu dan beberapa anggota Danramil yang dipimpin Kapten Inf. Baharuddin datang membubarkan tawuran.

Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul dalam keterangannya pada wartawan menyebutkan saat ini anggotanya sudah mengejar para pelaku yang menyebabkan dua nyawa warga melayang percuma.

"Kami sudah bergerak mencari para pelaku, dengan melibatkan anggota Brimob, kita tunggu saja hasilnya, kita selidiki dahulu siapa-siapa saja pelakunya," pungkas Agus.

Dua hari sebelumnya, rabu (6/11), aksi tawuran serupa berlangsung sekitar 5 jam nonstop. Setelah bentrokan berlangsung sekitar 4 jam petugas kepolisian baru datang berusaha melerai kedua kubu yang bermusuhan sejak beberapa tahun terakhir ini.

(mna/ahy)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads